Ahli Jantung Rekomendasikan 9 Buah Rendah Gula

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alpukat belah dengan daging hijau lembut dan biji utuh, buah rendah gula yang kaya lemak sehat dan serat untuk menjaga kesehatan jantung.

Alpukat belah dengan daging hijau lembut dan biji utuh, buah rendah gula yang kaya lemak sehat dan serat untuk menjaga kesehatan jantung.

Jakarta, iNBrita.com – Menjalani usia senja dengan tubuh yang tetap bugar kini bukan lagi sekadar angan-angan. Para ahli jantung terus menegaskan bahwa masyarakat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang dengan memilih asupan nutrisi yang tepat, terutama dari buah-buahan.

Karena itu, ahli bedah jantung asal Amerika Serikat Dr. Steven Gundry mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengonsumsi buah. Ia menyarankan agar orang memilih buah rendah gula dan kaya polifenol. Menurutnya, masyarakat sebaiknya memperlakukan buah seperti “permen alami”, yaitu menikmatinya secara sadar dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Lebih lanjut, Gundry menilai pola makan yang mendukung umur panjang berfokus pada buah-buahan rendah gula, tinggi serat, dan kaya polifenol. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar setiap orang berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Sebagai informasi, Dr. Steven Gundry merupakan mantan ahli bedah jantung, pendiri GundryMD, serta penulis buku The Gut-Brain Paradox dan The Plant Paradox. Selama lebih dari dua dekade, ia secara aktif meneliti hubungan antara mikrobioma usus, penyakit kronis, dan usia panjang.

Melalui tulisannya di CNBC Make It, Gundry kemudian membagikan sembilan jenis buah rendah gula yang menurutnya paling bermanfaat untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Baca Juga :  Stroke Tak Hanya Menyerang Lansia, Anak Muda Waspada

1. Jeruk dan keluarga sitrus

Pertama, jeruk bali, jeruk keprok, hingga kumquat menyediakan vitamin C dan flavonoid yang membantu menjaga kesehatan mikrobioma usus. Selain itu, Gundry menyarankan agar masyarakat tidak membuang bagian putih jeruk karena bagian tersebut justru mengandung nutrisi penting.

2. Aneka beri

Selanjutnya, blueberry, raspberry, dan blackberry menawarkan kandungan gula yang rendah, tetapi kaya serat dan polifenol. Oleh sebab itu, Gundry merekomendasikan beri musiman, khususnya blueberry liar, karena biasanya memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi.

3. Delima

Selain beri, delima menyimpan polifenol kuat seperti punicalagin yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan sel tubuh. Walaupun rasanya manis, buah ini tetap memiliki kandungan gula yang relatif lebih rendah dibanding banyak buah tropis.

4. Alpukat

Berikutnya, alpukat termasuk buah dengan kandungan gula yang sangat rendah. Buah ini mengandung lemak tak jenuh, serat, dan kalium dalam jumlah tinggi. Gundry mengaku rutin mengonsumsi alpukat karena buah ini membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah.

5. Zaitun

Tidak hanya alpukat, zaitun juga mengandung polifenol kuat seperti hydroxytyrosol serta lemak sehat. Karena manfaat tersebut, Gundry memasukkan zaitun dan minyak zaitun extra virgin sebagai bagian penting dari pola makan untuk mendukung kesehatan jantung, otak, dan usus.

Baca Juga :  Semangat HUT ke-80, Kodim 0417/Kerinci Sinergi TNI-Rakyat

6. Kiwi

Sementara itu, kiwi memiliki kadar gula yang lebih rendah dibanding banyak buah tropis, tetapi tetap kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Bahkan, Gundry menyarankan untuk memakan kulit kiwi karena bagian tersebut mengandung polifenol lebih tinggi.

7. Pisang hijau

Di sisi lain, pisang yang belum matang mengandung pati resisten yang berfungsi sebagai prebiotik bagi bakteri baik usus. Namun, ketika pisang matang, pati tersebut berubah menjadi gula sehingga manfaatnya berkurang. Oleh karena itu, Gundry menyarankan mencampur pisang hijau ke dalam smoothie atau yogurt.

8. Mangga muda

Serupa dengan pisang hijau, mangga muda mengandung lebih sedikit gula serta lebih banyak serat dan antioksidan dibanding mangga matang. Dengan demikian, salad mangga muda dapat menjadi pilihan camilan yang lebih sehat.

9. Markisa

Terakhir, meskipun berukuran kecil, markisa menyimpan nutrisi yang padat, seperti serat, vitamin A, dan polifenol. Selain itu, biji markisa berperan sebagai prebiotik alami yang membantu menjaga kesehatan usus.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Makanan Manis dan Dampaknya pada Mood Otak
Kelor Bisa Bersihkan Mikroplastik dari Air Minum
RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu
Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal
Tanda Kekurangan Vitamin C yang Sering Diabaikan
Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:00 WIB

Makanan Manis dan Dampaknya pada Mood Otak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:00 WIB

Kelor Bisa Bersihkan Mikroplastik dari Air Minum

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

RI Hadapi Lonjakan Kasus Malaria Lebih 700 Ribu

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Prodi Gizi Melejit Seiring Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 28 April 2026 - 22:00 WIB

Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Ginjal

Berita Terbaru

Foto: Ilustrasi Bendera Iran dan Amerika (Dok. Chat Gpt)

Internasional

Iran – AS bahas potensi konflik meningkat

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:00 WIB

Foto: Getty Images/iStockphoto/AmnajKhetsamtip

Pendidikan

Hal yang Tidak Dilakukan Orang Cerdas: Hindari Gosip

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:00 WIB

Ilustrasi buruh pabrik (IST)

Ekonomi

Upah Minimum dan Tantangan Kesejahteraan Buruh di Jambi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi penggunaan WhatsApp (Foto: Freepik)

Teknologi

Cek Daftar HP Android Tak Bisa WhatsApp September 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:00 WIB

ilustrasi Mbah Vano meracik dan menjual jamu di Sungai Penuh.

Ekonomi

Mbah Vano Peracik Jamu Tangguh dari Sungai Penuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB