Bayi Baru Lahir Belum Otomatis Jadi Peserta JKN

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok. BPJS Kesehatan

Foto: dok. BPJS Kesehatan

Jakarta,  iNBrita.com – Publik ramai membicarakan isu bayi baru lahir langsung menjadi peserta JKN setelah informasi ini viral di platform X (Twitter). Informasi itu menyebutkan mulai 1 April 2026, sistem digital akan mendaftarkan bayi otomatis melalui integrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Pengguna media sosial menulis bahwa tenaga kesehatan tidak perlu lagi menginput aktivasi BPJS. Sistem akan mendaftarkan bayi lewat aplikasi baru bernama INAku. “Kayaknya pejabat Indonesia nggak tenang kalau nggak bikin aplikasi baru,” tulis salah satu akun.

Baca Juga :  Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan BPJS masih membahas sistem otomatis itu. Saat ini, orang tua atau keluarga harus mendaftarkan bayi melalui fasilitas kesehatan atau mandiri karena bayi belum otomatis menjadi peserta JKN.

Rizzky menambahkan orang tua harus mengonfirmasi pendaftaran agar bayi aktif. “Bayi baru lahir harus didaftarkan, baik melalui fasilitas kesehatan maupun peserta sendiri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga :  Tiga Orang Tewas Akibat Banjir Laut Hitam Bulgaria

BPJS berencana menggunakan INAku untuk mempercepat pendaftaran dan menghubungkan data bayi dengan administrasi kependudukan, termasuk penerbitan NIK. Sementara itu, BPJS meminta masyarakat tetap mengikuti prosedur resmi agar bayi segera mendapat perlindungan JKN.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Teranostik Bantu Diagnosis Kanker Tiroid Lebih Presisi
Bahaya Mikroplastik dari Dapur Ancam Kesehatan Keluarga
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat

Selasa, 30 Juni 2026 - 03:00 WIB

Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker

Berita Terbaru

Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/frantic00)

Kesehatan

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Jumat, 17 Jul 2026 - 10:00 WIB

Harga emas Pegadaian hari ini terpantau stabil untuk produk Antam, UBS, dan Galeri 24(Foto : Dok Pegadaian)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Tetap Tinggi

Jumat, 17 Jul 2026 - 09:00 WIB

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB