Home / Kesehatan

Senin, 6 April 2026 - 13:00 WIB

Dokter Ungkap Duduk Lama Picu Risiko Serangan Jantung

Ilustrasi - duduk di depan komputer dalam waktu yang lama. ANTARA/HO-Pexels

Ilustrasi - duduk di depan komputer dalam waktu yang lama. ANTARA/HO-Pexels

Jakarta , iNBrita.com  — Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr. Sanjay Bhojraj menegaskan bahwa kebiasaan duduk atau berdiam diri terlalu lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Dokter  mengingatkan bahwa banyak orang mengabaikan kebiasaan ini, padahal kebiasaan tersebut dapat menggandakan risiko penyakit jantung. Ia menilai masyarakat lebih sering memperhatikan pola makan atau kebiasaan merokok, sementara mereka justru melupakan pentingnya aktivitas fisik.

Melalui unggahan di media sosial, Sanjay menyoroti gaya hidup minim gerak sebagai masalah serius yang kerap luput dari perhatian. Berdasarkan pengalamannya selama lebih dari 20 tahun praktik, ia menemukan bahwa duduk terlalu lama memperlambat sirkulasi darah, meningkatkan kadar gula, dan memicu pembekuan darah. Kondisi ini secara langsung meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Baca juga :   Rahasia Panjang Umur Dorothy Wiggins Tetap Aktif

Untuk mencegah hal tersebut, ia mendorong masyarakat melakukan langkah sederhana, seperti berdiri setiap 30 hingga 60 menit, berjalan kaki sejenak, atau melakukan gerakan ringan seperti squat. Ia menekankan bahwa aktivitas kecil ini sudah cukup membantu menjaga kesehatan jantung tanpa harus menjalani latihan berat di gym.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut memperkuat pernyataan tersebut. WHO mencatat bahwa kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor utama penyebab kematian akibat penyakit tidak menular. Organisasi itu juga melaporkan bahwa orang dewasa yang tidak aktif memiliki risiko kematian 20 hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang aktif.

Baca juga :   Cara Menahan Lapar Saat Puasa Agar Tetap Bertenaga

Selain itu, WHO menjelaskan bahwa perilaku sedentari berkontribusi langsung terhadap hipertensi dan obesitas, yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit jantung. Secara global, gaya hidup tidak aktif juga memicu peningkatan biaya layanan kesehatan hingga sekitar 27 miliar dolar AS setiap tahun.

Para ahli menambahkan bahwa duduk terlalu lama memperlambat metabolisme tubuh. Mereka menjelaskan bahwa kondisi ini menurunkan produksi enzim yang berfungsi memecah lemak dalam darah, sehingga meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Mereka pun menilai bahwa gaya hidup modern yang minim gerak tidak selaras dengan kebutuhan alami tubuh manusia untuk terus bergerak.

(eny)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Secangkir teh hitam hangat dalam cangkir kaca di atas meja kayu.

Kesehatan

Teh Hitam Tingkatkan Energi dan Fokus Alami
Perempuan menikmati sarapan sehat di atas tempat tidur pada pagi hari

Kesehatan

Diet Karnivora Viral: Manfaat dan Risiko Tersembunyi
Kartu Indonesia Sehat BPJS Kesehatan dipegang oleh tangan.

Kesehatan

Daftar Operasi yang Ditanggung Program BPJS Kesehatan Nasional
Buah timun suri segar dibelah dua dengan daging berwarna pucat

Kesehatan

Manfaat Timun Suri untuk Kesehatan dan Hidrasi
Ilustrasi obat terkait temuan BPOM tentang peredaran obat kuasi ilegal di marketplace.

Kesehatan

BPOM Ungkap Ribuan Penjualan Obat Kuasi Ilegal
Petugas kesehatan memeriksa hewan untuk mencegah penyebaran virus Nipah di Indonesia.

Kesehatan

Virus Nipah, Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional
Aneka makanan sehat seperti bayam, ikan, pisang, dan yoghurt penurun tekanan darah tinggi

Kesehatan

9 Makanan Alami Penurun Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi digital organ ginjal dengan tanda target merah yang melambangkan kanker ginjal.

Kesehatan

Gaya Hidup Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kanker Ginjal