Home / Kesehatan

Jumat, 19 Desember 2025 - 03:00 WIB

Tidur Teratur Turunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi

Seseorang mengukur tekanan darah dengan alat tensi digital sebagai bagian dari pemantauan kesehatan jantung.

Seseorang mengukur tekanan darah dengan alat tensi digital sebagai bagian dari pemantauan kesehatan jantung.

Jakarta, iNBrita.comTidur pada jam yang sama setiap malam terbukti membantu menurunkan tekanan darah. Manfaat ini terungkap dalam studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Sleep Advances dan melibatkan penderita hipertensi.

Peneliti menemukan bahwa peserta mengalami penurunan tekanan darah yang signifikan setelah menerapkan jadwal tidur yang konsisten. Penurunan tersebut terjadi pada tekanan darah secara keseluruhan, termasuk tekanan darah malam hari yang berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Tim peneliti menyebut tidur teratur sebagai strategi tambahan yang sederhana, murah, dan berisiko rendah untuk membantu mengontrol tekanan darah, khususnya pada penderita hipertensi. Laporan ini juga dikutip oleh Healthline.

Meski hasilnya positif, peneliti mengakui keterbatasan studi. Penelitian hanya melibatkan 11 peserta, berlangsung selama dua minggu, dan tidak menggunakan kelompok kontrol. Karena itu, peneliti mendorong uji klinis acak dengan jumlah peserta lebih besar agar temuan ini dapat dikonfirmasi secara ilmiah.

Walaupun skalanya kecil, sejumlah ahli menilai hasil penelitian ini cukup menjanjikan. Dokter spesialis jantung intervensi Cheng-Han Chen, MD, menilai perubahan gaya hidup sederhana seperti tidur teratur dapat memberikan dampak klinis yang bermakna.

Nefrolog sekaligus profesor klinis Stanford University, Brian Brady, MD, juga menilai tidur teratur berpotensi menjadi cara yang mudah dan efektif untuk membantu mengendalikan hipertensi.

Tidur Teratur dan Tekanan Darah

Dalam penelitian ini, peneliti merekrut 11 orang penderita hipertensi berusia 45 hingga 62 tahun dengan rata-rata usia 53 tahun. Seluruh peserta memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas dan tidak memiliki penyakit kronis lain.

Sebelum penelitian, jadwal tidur peserta bervariasi hingga 30 menit setiap malam. Setelah dua minggu menerapkan jadwal tidur teratur, variasi waktu tidur menurun menjadi sekitar tujuh menit.

Peneliti meminta peserta tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, menjaga durasi tidur tetap konsisten, serta menghindari tidur siang. Tim medis memantau tekanan darah selama 48 jam menggunakan metode ambulatory blood pressure monitoring.

Hasilnya, jadwal tidur teratur menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4 poin dan diastolik sekitar 3 poin. Penurunan terbesar terjadi pada tekanan darah malam hari. Peneliti mencatat, penurunan tekanan darah malam sebesar 5 poin dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular lebih dari 10 persen.

Para ahli mengingatkan bahwa tekanan darah dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, mereka menyarankan masyarakat menerapkan pola tidur teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan sebagai satu-satunya terapi hipertensi.

(VVR*)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ahli gizi Jepang Michiko Tomioka memegang buah apel segar, simbol gaya hidup sehat dan panjang umur.

Kesehatan

Lima Buah Rahasia Panjang Umur ala Jepang
Dokter onkologi menjelaskan peningkatan kasus kanker kolorektal pada usia muda di rumah sakit.

Kesehatan

Kanker Kolorektal Usia Muda Terus Meningkat Drastis
Minuman sereal Glutafield disajikan dalam gelas dengan biji-bijian alami sebagai sumber nutrisi pengatur gula darah.

Kesehatan

Glutafield Diformulasikan untuk Menjaga Kestabilan Gula Darah
dokter memeriksa pasien muda yang mengalami gejala stroke di ruang pemeriksaan rumah sakit

Kesehatan

Stroke Tak Hanya Menyerang Lansia, Anak Muda Waspada
Dokter jantung menjelaskan risiko kematian mendadak saat olahraga akibat gangguan jantung tersembunyi.

Kesehatan

Penyebab Kematian Mendadak Saat Olahraga Terungkap
Orang memegang pergelangan tangan sambil merasakan nyeri

Kesehatan

Nyeri Tubuh Berulang? Kenali Penyebab dan Solusinya
Dokter menjelaskan gejala awal kanker usus besar kepada pasien di ruang pemeriksaan.

Kesehatan

Gejala Kanker Usus Besar yang Kerap Tak Disadari
Wanita muda berusia 24 tahun menjalani kemoterapi di rumah sakit setelah didiagnosis kanker usus besar stadium tiga.

Kesehatan

Wanita 24 Tahun Alami BAB Berdarah, Kanker Usus