Kasus Nadiem, Google Hanya Beri Lisensi Chromebook

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi google.(canva.com)

ilustrasi google.(canva.com)

Jakarta, iNBrita.com  –Kasus Nadiem,  Google menyatakan mereka tidak memproduksi atau menjual Chromebook, dan mereka juga tidak menentukan harganya. Selain itu, Google hanya mengembangkan sistem operasi ChromeOS serta menyediakan lisensi dan alat manajemen kepada mitra.

“Google tidak menjual Chromebook langsung kepada konsumen dan tidak menetapkan harga,” kata Google, dikutip Minggu (11/1/2026). Oleh karena itu, produsen peralatan asli (OEM) dan mitra lokal mengelola seluruh pengadaan perangkat. Dengan mekanisme ini, Kementerian Pendidikan tetap memiliki kontrol penuh dan transparansi saat membeli perangkat dari pemasok lokal.

Selain itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuding Kasus Nadiem Makarim mengarahkan pengadaan Chromebook untuk kepentingan pribadi. Tuduhan itu muncul ketika JPU membacakan dakwaan terhadap Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar yang juga menjadi Kuasa Pengguna Anggaran pada 2020–2021.

Jaksa menyatakan Nadiem ingin memperkaya diri dengan mendorong Google meningkatkan investasi ke PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB). Nadiem menyadari bahwa siswa dan guru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sulit menggunakan Chromebook karena koneksi internet di wilayah tersebut belum stabil.

Selain itu, jaksa menilai Nadiem menyalahgunakan wewenang saat mengarahkan spesifikasi pengadaan untuk Chrome Device Management (CDM) atau Chrome Education Upgrade. Akibatnya, Google menjadi satu-satunya penguasa ekosistem pendidikan digital di Indonesia.

Nadiem memperoleh keuntungan besar, termasuk surat berharga senilai Rp 5,59 triliun, karena Google menanamkan total investasi sebesar 786,999 juta dollar AS ke PT AKAB melalui PT Gojek Indonesia.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi
Kemenperin Dukung Konsolidasi Tekstil Nasional Lewat BUMN
244 Titik Panas Karhutla Terdeteksi, Turun 77,5 Persen
Gempa Bali M4,9 Hari Ini, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa
Menteri LH Tegaskan Pemerintah Serius Tangani Karhutla Nasional
Menhut Raja Juli Pantau Karhutla, Hotspot Kalsel Turun
DPR Desak Karhutla Ditetapkan sebagai Bencana Nasional
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Kemenperin Dukung Konsolidasi Tekstil Nasional Lewat BUMN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:00 WIB

244 Titik Panas Karhutla Terdeteksi, Turun 77,5 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Gempa Bali M4,9 Hari Ini, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

Berita Terbaru

Silaturahmi tokoh adat Sungai Penuh dan Depati Sanggaran Agung,( 9 / 10/2026.)

Travel

Misteri Tombak Pusaka Kerinci, Jejak Rajo Cayo Terungkap

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem FF 16 Oktober 2026 dan hadiah gratis.

Game

Kode Redeem FF 16 Oktober 2026, Klaim Hadiah Gratis

Jumat, 16 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game gabung ikan yang menawarkan bonus dan penarikan saldo DANA.

Game

Game Penghasil Uang 2026, Saldo DANA Bisa Dicairkan?

Jumat, 16 Okt 2026 - 01:00 WIB

Ilustrasi perak Antam. (Foto : Dok PT Aneka Tambang Tbk)

Ekonomi

Harga Perak Antam Hari Ini Turun Rp 2.000 per Gram

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp13 ribu menjadi Rp2.561.000 per gram pada Kamis (15/10).(Foto : CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp13 Ribu, Cek Daftarnya

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:00 WIB