Makassar, iNBrita.com – Banjir yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus meluas dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Minggu (11/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat 97 kepala keluarga atau 356 jiwa mengungsi di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan data awal yang hanya mencatat 14 kepala keluarga atau 53 jiwa.
Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan hujan deras disertai angin kencang menyebabkan genangan air semakin tinggi. “Kami terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan pengungsi mendapat logistik, makanan, serta layanan kesehatan,” kata Fadli. BPBD juga bekerja sama dengan aparat kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait untuk menyiapkan respons cepat jika kondisi cuaca kembali memburuk.
Petugas mengatur lima titik pengungsian untuk menampung warga. Mereka menyediakan fasilitas dasar agar pengungsi tetap aman dan nyaman. Selain itu, BPBD memprioritaskan pemantauan terhadap daerah rawan banjir lain untuk mencegah evakuasi darurat yang lebih besar.
Tak hanya banjir, hujan deras dan angin kencang juga menimbulkan pohon tumbang di 29 lokasi, termasuk jalan utama dan kawasan permukiman. Satu rumah warga terdampak, dan tim SAR gabungan langsung mengevakuasi warga serta mengamankan area sekitar. Menurut Fadli, kejadian pohon tumbang ini memperingatkan semua pihak agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem.
BPBD terus berkoordinasi dengan aparat wilayah untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana. Mereka menekankan pentingnya kewaspadaan warga dan mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas. Koordinasi ini membantu memastikan bantuan cepat sampai ke pengungsi serta mencegah risiko tambahan akibat banjir dan angin kencang.
BPBD mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca, mengamankan barang berharga, dan menjaga keselamatan keluarga. Dengan langkah-langkah ini, BPBD menargetkan agar warga bisa kembali ke rumah dengan aman setelah banjir surut. (vvr)














