Musim Kemarau April, Tapi Jakarta Masih Hujan Dera

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi musim kemarau (Engin Akyurt/Pexels)

Foto ilustrasi musim kemarau (Engin Akyurt/Pexels)

Jakarta, iNBrita.com – Meskipun April menandai awal musim kemarau, hujan deras masih mengguyur wilayah Jabodetabek selama fase transisi. Peralihan musim dari hujan ke kemarau berlangsung bertahap, sehingga cuaca tetap tidak menentu.

Faktor Penyebab Hujan Selama Transisi

Deputi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa musim sedang bertransisi dari hujan ke kemarau pada April hingga Mei 2026. Pada fase ini, hujan tetap mungkin terjadi karena beberapa faktor atmosfer saling mendukung.

Pemanasan permukaan yang tinggi pada siang hari mendorong massa udara naik ke atmosfer. Hal ini memicu terbentuknya awan hujan. Kelembapan tinggi, atmosfer yang labil, dan indeks konvektif juga memperkuat peluang hujan deras, kilat, dan angin kencang selama transisi.

Baca Juga :  Bos Sritex Ditangkap Kejagung

Sejak akhir Maret, gelombang ekuatorial Rossby aktif dan membantu pertumbuhan awan hujan. Aktivitas gelombang ini membuat hujan deras tetap muncul meski musim sedang bertransisi.

Prediksi Cuaca April  Sepekan ke Depan

BMKG memprediksi cuaca sepekan ke depan di Jabodetabek akan bervariasi antara cerah berawan hingga hujan sedang. Potensi hujan lebat tetap ada di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor pada 4–6 April 2026.

Baca Juga :  KNKT Unduh Black Box Pesawat ATR Jatuh

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca. Warga sebaiknya berhati-hati terhadap hujan deras, kilat, dan angin kencang yang bisa muncul selama fase transisi.

Pentingnya Waspada di Fase Transisi

Fase transisi dari musim hujan ke kemarau menuntut kewaspadaan, terutama bagi masyarakat perkotaan seperti Jabodetabek. Dengan memahami pola cuaca selama transisi, masyarakat bisa menyesuaikan aktivitas, menjaga keselamatan, dan meminimalkan risiko dari hujan deras

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran
Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah
Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka
Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.
Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027
TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
BGN Hentikan Penyaluran MBG, Anggaran Hemat Rp3 Triliun.
Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:00 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, KSOP Perketat Pelayaran

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:00 WIB

Salah Transfer Bank Diduga Spasi Nomor Rekening Nasabah

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:00 WIB

Siswi SMAN 1 SolSel Tembus Nominasi Nasional Paskibraka

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:00 WIB

Aturan Kemasan Rokok Berisiko Tingkatkan Peredaran Ilegal.

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2027

Berita Terbaru

Teh chamomile hangat menjadi salah satu minuman alami yang membantu tubuh lebih rileks sebelum tidur.(Foto : Pixabay/Полина Андреева)

Kesehatan

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:00 WIB

Perwakilan PT TASPEN menyerahkan santunan JKK kepada ahli waris PPPK Nurijah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Foto : Arsp Foto Taspen)

Ekonomi

Santunan JKK TASPEN Cair Rp832 Juta untuk Ahli Waris

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:00 WIB

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kanan) bersama jajaran saat konferensi pers memaparkan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Jakarta, 2026.(Foto : Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Travel

Wisatawan Mancanegara, Pariwisata Indonesia Tetap Tangguh

Rabu, 15 Jul 2026 - 19:00 WIB

Nissan Tekton tampil dengan desain SUV tangguh dan modern, resmi meluncur di India dengan harga mulai Rp 199 jutaan.(Foto: Dok. Nissan)

Teknologi

Nissan Tekton SUV Baru Irit 19 Km Dijual Murah

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:00 WIB

Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai 8000mAh dan fitur Alive Matrix Display yang unik.(foto : Dok.Tecno)

Teknologi

Tecno Pova 8 5G Resmi Indonesia, Baterai 8000mAh

Rabu, 15 Jul 2026 - 16:00 WIB