Jakarta, iNBrita.com – Belakangan ini, media sosial ramai membicarakan Whip Pink karena banyak orang menyalahgunakannya. Para koki menggunakan produk ini, yaitu tabung gas nitrous oxide (N₂O), untuk membuat krim kocok cepat mengembang dan lembut.
Dokter memanfaatkan nitrous oxide sebagai “gas tertawa” untuk anestesi ringan. Gas ini bekerja cepat dan menimbulkan efek sementara tanpa membuat seseorang kehilangan kesadaran sepenuhnya. Industri juga memakai N₂O, tetapi produsen hanya menjual gas ini dalam bentuk food grade agar orang menggunakannya untuk makanan.
Masalah muncul ketika orang menghirup gas langsung dari tabung atau balon demi sensasi ringan di kepala atau tawa spontan—tren global yang dikenal sebagai whippets. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa praktik ini berbahaya. Nitrous oxide dapat menghambat pasokan oksigen ke otak, menyebabkan pusing, sesak napas, dan hilang kesadaran. Penggunaan berulang merusak fungsi vitamin B12, yang memicu gangguan saraf, menurunkan koordinasi tubuh, dan menimbulkan masalah kognitif. Dalam kasus ekstrem, orang bisa mengalami cedera serius atau kematian.
Kabar meninggalnya seorang selebgram membuat isu ini makin viral, meski pihak berwenang belum mengonfirmasi hubungan langsungnya dengan Whip Pink.
Di Indonesia, pemerintah tidak mengategorikan nitrous oxide sebagai narkotika atau psikotropika, tetapi membatasi penggunaannya untuk kuliner dan industri. Dengan kata lain, orang aman menggunakan Whip Pink sesuai fungsi, tetapi menyalahgunakannya menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.
(vvr)









