Wako Alfin Sampaikan Usulan Pemanfaatan Lahan Kepada Menteri

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Alfin menyampaikan usulan pemanfaatan Hutan Produksi dan penanganan sampah kepada Menteri Kehutanan RI saat audiensi di Jakarta ( Foto Humas Pemkot)

Walikota Alfin menyampaikan usulan pemanfaatan Hutan Produksi dan penanganan sampah kepada Menteri Kehutanan RI saat audiensi di Jakarta ( Foto Humas Pemkot)

Jakarta, iNBrita.com –  Walikota Sungai Penuh, Alfin, SH, secara langsung menyampaikan usulan pemanfaatan kawasan Hutan Produksi kepada Menteri Kehutanan RI,  dalam audiensi bersama Gubernur Jambi dan kepala daerah se-Provinsi Jambi di Gedung Kementerian Kehutanan RI, Selasa (15/7).

Dalam pertemuan tersebut, Wako Alfin memaparkan kondisi geografis Kota Sungai Penuh yang terkendala ruang pembangunan, yakni 69,2% wilayah Kota Sungai Penuh berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Hutan Produksi.

“Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkelanjutan,” ujar Wako Alfin.

Untuk mengatasi persoalan keterbatasan lahan, Wako Alfin mengajukan usulan persetujuan penggunaan kawasan Hutan Produksi Lahan Kritis. Kawasan ini direncanakan menjadi lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan sistem open sanitary landfill.

Selain itu, Wako Alfin meminta dukungan Menteri Kehutanan untuk rehabilitasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) RKE dan TPA RPT. Ia menyebut, TPA RKE sudah mendapat SK pencabutan sanksi administrasi, namun saat ini masih memerlukan perhatian khusus dalam proses rehabilitasi.

Wako Alfin juga menyoroti perubahan batas kawasan TNKS yang berdampak langsung pada Kota Sungai Penuh. Ia mencatat, luas TNKS bertambah 708,86 hektare, sementara Hutan Produksi berkurang 158,09 hektare. Bahkan, kawasan wisata Bukit Kayangan kini masuk dalam zona TNKS.

Wako Alfin berharap, pemerintah pusat khususnya Kementerian Kehutanan  memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengelolaan tata ruang dan penanganan persoalan sampah di Kota Sungai Penuh.

“Kami ingin solusi pembangunan yang ramah lingkungan, sesuai regulasi, dan tetap mendukung pelayanan masyarakat,” tegasnya. (Eni Syamsir)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Penerbangan Bandara Hang Nadim Normal, Kabut Asap Normal
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya

Berita Terbaru

Ilustrasi aplikasi nonton drama penghasil saldo DANA 2026. ( Foto inbrita)

Uncategorized

Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya 2026, Begini Cara Kerjanya

Kamis, 22 Okt 2026 - 00:00 WIB

Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Baca artikel detiknews,

Nasional

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Okt 2026 - 23:00 WIB

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Dok Kemnaker)

Nasional

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi aktivitas tambang emas tradisional. ( Foto AI INBRITA)

Nasional

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:00 WIB