Jakarta, iNBrita.com – Seorang wanita di Guangdong, Tiongkok, mengalami gangguan pernapasan serius setelah menyantap hidangan super pedas khas Jiangxi, lalu petugas medis segera membawanya ke rumah sakit.
Wanita itu menikmati makan malam bersama temannya di restoran yang terkenal dengan cita rasa pedas menyengat. Setelah menelan beberapa suapan, ia merasakan sensasi terbakar di mulut dan matanya langsung berair. “Pedas sekali, aku seperti kesemutan!” ujarnya sambil berusaha menenangkan diri.
Tak lama kemudian, tubuhnya mulai mati rasa dan napasnya tersengal. Menyadari keadaan darurat, temannya langsung memanggil bantuan dan membawa wanita itu ke rumah sakit.
Setibanya di ruang gawat darurat, tim medis memeriksa kondisi pasien dan menyimpulkan bahwa ia mengalami alkalosis pernapasan — gangguan keseimbangan asam-basa tubuh akibat napas terlalu cepat yang menurunkan kadar karbon dioksida.
Dokter menjelaskan, rasa pedas ekstrem dapat memicu stres dan rasa sakit yang mendorong seseorang bernapas terlalu cepat. Hal itu mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan menimbulkan gejala seperti kesemutan, kram otot, serta gangguan irama jantung.
Begitu mengetahui penyebabnya, tim medis langsung memberikan terapi oksigen dan cairan infus untuk menormalkan kadar asam-basa tubuh pasien. Setelah menjalani perawatan beberapa jam, wanita tersebut kembali stabil dan dapat bernapas dengan normal.
Peristiwa itu menarik perhatian publik di Tiongkok. Warganet ramai membahas bahaya mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan.
Pakar gizi menjelaskan bahwa makanan pedas aman bila dikonsumsi secara wajar. Ia mengimbau masyarakat agar tidak menahan napas saat makan pedas dan segera minum air atau susu untuk meredakan sensasi terbakar di mulut.
(VVR*)














