Jakarta, iNBrita.com – Siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, berinisial ILP (17) kedapatan merokok di area sekolah saat kegiatan Jumat Bersih pada 10 Oktober lalu. Aksi itu diketahui langsung oleh Kepala Sekolah Dini Pitria, yang saat itu sedang berkeliling memantau siswa.
Melihat muridnya merokok, Dini menegur ILP. Namun karena kesal, ia sempat menampar pipi siswa tersebut. Kejadian itu kemudian memicu aksi mogok belajar dari sejumlah siswa dan protes dari orang tua ILP.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banten, Luqman, menjelaskan bahwa Dini sempat menegur ILP dengan keras.
“Kepala sekolah mengingatkan dengan bahasa yang mungkin biasa di sana. Tapi ada mengeplak, enggak tahu kenceng atau enggak,” ujarnya, Selasa (14/10).
Atas kejadian itu, Gubernur Banten Andra Soni meminta agar Dini dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Sementara ILP tetap mendapat sanksi teguran dari pihak sekolah dan pembinaan dari guru BK
Pada Rabu (15/10), Gubernur Banten mempertemukan Dini dan ILP di Kantor Gubernur Banten, Kota Serang. Dalam pertemuan tersebut, keduanya saling memaafkan dan berjanji menjaga suasana sekolah tetap kondusif.
“Saya salah, ngerokok di sekolah. Saya janji enggak akan ngulangin,” ujar ILP usai pertemuan.
Dini juga mengaku khilaf dan menegaskan bahwa tindakannya semata-mata karena sayang dan ingin mendidik siswanya agar lebih disiplin.
“Saya hanya ingin menanamkan karakter yang baik. Karena tanpa karakter, tidak akan lahir hasil yang baik,” katanya.
Setelah proses mediasi, Gubernur Andra Soni memutuskan mengaktifkan kembali Dini Pitria sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga.
Semua hak, kewenangan, dan tanggung jawab Dini dipulihkan sepenuhnya.
“Ini bukan pemberhentian, hanya penonaktifan sementara. Karena masalah sudah selesai dan mereka sudah saling memaafkan,” tegas Andra.
Ia juga mengingatkan agar guru dan siswa saling mendukung untuk menjaga suasana belajar tetap damai dan produktif.
(ES)














