Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level pada Produk

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto Ilustrasi Nutri Level

Fhoto Ilustrasi Nutri Level

Jakarta, iNBrita.com – 17 Oktober 2025 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai menerapkan label nutri-level pada produk makanan dan minuman. Langkah ini bertujuan membantu masyarakat mengenali kadar gula, garam, dan lemak (GGL) dalam konsumsi harian.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah masih menjalankan tahap edukasi. Karena itu, penerapan nutri-level saat ini bersifat sukarela. Pemerintah menargetkan aturan ini menjadi wajib pada tahun 2027, setelah masa edukasi dua tahun selesai.

Baca Juga :  Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Terdampak Bencana

Nadia menjelaskan, label nutri-level menampilkan warna untuk menunjukkan tingkat kandungan gizi. Warna merah berarti kadar gula, garam, atau lemaknya tinggi. Tujuan sistem ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak mengatur asupan harian.

Baca Juga :  Waspadai Gejala Tersamar Penyakit Jantung Mematikan

“Jika sudah mengonsumsi produk berlabel merah, sebaiknya konsumsi berikutnya pilih yang rendah garam atau gula,” ujar Nadia di Jakarta Pusat.

Kemenkes bersama BPOM RI melaksanakan edukasi pelabelan ini. BPOM menangani produk kemasan, sedangkan Kemenkes fokus pada makanan siap saji. Perusahaan akan melaporkan kadar GGL produknya secara sukarela dan menempelkan label nutri-level sesuai hasil tersebut.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari
Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan
Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis
5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat
Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung
Kenali 5 Gejala Awal Penyakit Ginjal Sebelum Terlambat
Dokter Harvard Peringatkan Bahaya 6 Makanan Pemicu Kanker
Dokter Ungkap Lima Gejala Kanker yang Terabaikan
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:00 WIB

Tanda Kekurangan Kalsium yang Sering Tidak Disadari

Rabu, 22 Juli 2026 - 03:00 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Perempuan

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:00 WIB

Minum Kopi Rutin Turunkan Risiko Penyakit Hati Kronis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:00 WIB

5 Minuman Malam Hari Bantu Tidur Nyenyak Tanpa Obat

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:00 WIB

Bayi Berkeringat Saat Menyusu Waspadai Gangguan Jantung

Berita Terbaru

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang bersama warga menanam bibit pohon pelindung di kawasan Pemandian Sedingin Salju, Desa Koto Periang, Kerinci.(Foto :Dok. KKN UNP Koto Periang)

Pendidikan

Aksi Mahasiswa UNP Hijaukan Wisata Koto Periang Kerinci

Kamis, 6 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (6/8/2026).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik di Pegadaian

Kamis, 6 Agu 2026 - 09:00 WIB

Daftar rating drama Korea terbaru periode 29 Juli–4 Agustus 2026 berdasarkan Nielsen Korea.(Foto: dok. KBS2/JTBC/MBC/tvN)

Entertainment

Rating Drama Korea Terbaru Pekan Ini, Siapa Teratas

Rabu, 5 Agu 2026 - 19:00 WIB

Pergerakan harga emas dunia menguat seiring turunnya harga minyak dan meredanya tekanan inflasi global.(Foto: Pexels/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Naik Dipicu Minyak Turun Tajam

Rabu, 5 Agu 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam yang mengalami penurunan harga hari ini.(Ilustrasi Foto : Grandyos Zafna)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Rinciannya

Sabtu, 1 Agu 2026 - 19:00 WIB