Fenomena Benda Langit Depok Ramai Dibahas Warganet

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan cahaya berwarna biru terekam di langit malam Depok dan sempat viral di media sosial.

Penampakan cahaya berwarna biru terekam di langit malam Depok dan sempat viral di media sosial.

Depok, iNBrita.com – Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap antariksa tergolong tinggi. Warganet di Kota Depok, Jawa Barat, termasuk yang aktif membahas berbagai fenomena benda langit.

Warganet kerap memperbincangkan penampakan objek di langit Depok. Dalam beberapa waktu terakhir, setidaknya tiga fenomena langit sempat viral di media sosial.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, detikcom meminta klarifikasi dari pengamat astronomi dan warga yang menjadi saksi mata. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak semua fenomena yang viral merupakan fakta, karena sebagian hanya dugaan tanpa data pendukung.

Berikut tiga fenomena langit Depok yang sempat ramai diperbincangkan:

Viral Cahaya Menari di Langit Depok

Sebuah video viral memperlihatkan cahaya bundar yang bergerak di langit Depok pada malam hari. Cahaya tersebut tampak berputar ke kiri dan ke kanan, sehingga terlihat seperti menari.

Warganet merekam peristiwa itu menggunakan kamera ponsel pada Minggu malam (21/12). Video tersebut kemudian menuai beragam komentar.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa cahaya tersebut bukan fenomena alam. Ia menyebut objek itu sebagai benda buatan manusia.

“Objek itu jelas buatan, bukan alami. Gambarnya tidak terlalu jelas, tetapi kemungkinan besar lampion,” ujar Thomas, Senin (22/12/2025).

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini UBS Turun Antam Naik

Ia juga menyebut kemungkinan lain, yaitu lampu sorot dari pasar malam yang memantul pada awan rendah.

Heboh Dugaan UFO di Depok

Sebelumnya, warga Depok juga mengunggah video benda bulat berwarna biru di langit. Objek tersebut memancarkan cahaya putih kebiruan dan tampak bergerak.

Perekam video sempat menduga benda itu layangan. Namun, ia menepis dugaan tersebut karena cahaya tampak berasal dari jarak yang jauh dan terus berubah terang–redup. Pergerakan cahaya itu memicu dugaan warganet bahwa objek tersebut merupakan UFO.

Menanggapi hal itu, peneliti BRIN menyebut objek tersebut kemungkinan besar merupakan suar atau flare. Warga merekam peristiwa tersebut di wilayah Pitara, Pancoran Mas, Depok, pada Senin (5/8) pukul 22.10 WIB.

“Objek itu tampaknya suar (flare),” kata Thomas Djamaluddin saat dihubungi wartawan, Rabu (13/8).

Ia menjelaskan bahwa istilah UFO mencakup semua benda terbang yang belum dikenali, termasuk suar, lampion, atau balon udara bercahaya. Namun, ia menegaskan bahwa UFO sebagai wahana alien tidak terbukti secara ilmiah.

Baca Juga :  Perubahan KUHP Tingkatkan Tantangan Hukum bagi BUMN

Camat Pancoran Mas, Zikri Dwi Darmawan, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu UFO. Ia meminta warga tetap berpikir rasional dan menyerahkan penjelasan kepada para ahli.

“Kita hidup di zaman modern. Jangan mudah terbawa isu. Biarkan para ahli yang menjelaskan fenomena tersebut,” ujarnya.

Ramai Kabar Meteor Jatuh

Pada pertengahan 2024, warganet ramai membahas penampakan meteor melintas di langit Depok. Sejumlah warga melihat benda bercahaya kehijauan melesat cepat pada Minggu (23/6) sekitar pukul 19.00 WIB.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa peristiwa meteor merupakan hal yang umum.

“Meteor terjadi karena banyak batuan sisa pembentukan tata surya mengelilingi bumi. Saat batuan itu masuk atmosfer, gesekan membuatnya terbakar dan terlihat,” jelasnya, Senin (24/6/2024).

Ia menambahkan bahwa warna meteor bergantung pada komposisi kimia batuan.

“Warna hijau biasanya berasal dari unsur magnesium yang terbakar,” katanya.

Warga menyebut peristiwa tersebut berlangsung singkat. BRIN menyatakan siap melakukan kajian lebih lanjut apabila warga menyertakan foto atau video sebagai bukti pendukung.

“Saya tidak bisa memastikan tanpa dokumentasi visual,” tutup Thomas.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April
Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026
Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta
Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia
Waspada Penipuan Undian Dompet Digital Berkedok Hadiah
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kerinci dan Sungai Penuh
Gerhana Bulan Total Warnai Langit Indonesia 7 September
Rotasi Bumi Cepat Ini Hari Terpendek di 2025
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Okultasi Asteroid Strenua Hiasi Langit Indonesia Akhir April

Kamis, 23 April 2026 - 22:00 WIB

Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Olahraga Tahun 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 00:05 WIB

Pedagang Tahu Bulat Diduga Peleceh Anak Jakarta

Selasa, 30 Desember 2025 - 07:00 WIB

Perundungan Remaja Ancam Kesehatan Mental Serius Indonesia

Jumat, 26 Desember 2025 - 00:01 WIB

Waspada Penipuan Undian Dompet Digital Berkedok Hadiah

Berita Terbaru

Harga emas Antam anjlok Rp20.000 menjadi Rp2.839.000 per gram pada Rabu, 13 Mei 2026.

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok Tajam Hari Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan hadiah kepada pemenang Turnamen Bola Voli Wali Kota Cup 2026 di Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Selasa (12/5) malam.

Daerah

Wali Kota Tutup Turnamen Voli Wali Kota Cup 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:00 WIB

Petugas Densus 88 bersama pemerintah daerah saat sosialisasi penerapan kotak amal berbasis QR barcode di Aula Mapolres Kerinci, Selasa (12/5/2026).

Daerah

Kotak Amal QR Barcode Cegah Penipuan dan Terorisme

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Foto: ilustrasi/thinkstock

Kesehatan

Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:00 WIB

Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas

Internasional

Krisis Energi Asia Akibat Perang Iran Meluas

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:00 WIB