Home / Nasional

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:00 WIB

Candi Lemah Duwur, Peninggalan Majapahit yang Penuh Mistis

Candi Lemah Duwur di Sidoarjo (Suparno/detikJatim)  Baca artikel detikTravel,

Candi Lemah Duwur di Sidoarjo (Suparno/detikJatim) Baca artikel detikTravel, "Candi Lemah Duwur yang Diselimuti Mistis, Jangan Coba-coba Lakukan Ini" selengkapnya https://travel.detik.com/domestic-destination/d-8296258/candi-lemah-duwur-yang-diselimuti-mistis-jangan-coba-coba-lakukan-ini. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Sidoarjo, iNBrita.com —  Di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri Candi Lemah Duwur yang tersembunyi di tengah hamparan sawah. Situs peninggalan Majapahit ini masih jarang diketahui wisatawan, meski menyimpan nilai sejarah dan cerita mistis yang kuat.

Candi Lemah Duwur berdiri tepat di pematang sawah dan menghadap langsung ke Gunung Penanggungan. Sejak masa Jawa Kuno, masyarakat menganggap gunung tersebut sebagai kawasan sakral dan pusat aktivitas spiritual.

Meski bangunannya kini hanya tersisa sebagian dan belum pernah dipugar, candi ini tetap menunjukkan jejak kejayaan Majapahit di wilayah Sidoarjo.

Dikenal Sejak Zaman Kolonial

Juru pelihara Candi Lemah Duwur dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Didik Setiawan, menjelaskan bahwa para peneliti telah mengenal situs ini sejak masa Hindia-Belanda. Namun, selama bertahun-tahun semak dan pepohonan menutupi bangunan candi.

“Sekitar tahun 2016, pihak terkait mulai meminta pemeliharaan situs ini. Setelah itu saya mendapat tugas untuk menjaga Candi Lemah Duwur,” ujar Didik.

Menurut Didik, bentuk bangunan dan arah hadap candi menunjukkan fungsi keagamaan. Bangunan ini menghadap ke Gunung Penanggungan, seperti banyak tempat ibadah pada era Majapahit.

“Pintu aslinya menghadap ke barat. Kami belum mengetahui tahun pembuatannya karena tidak menemukan prasasti,” jelasnya.

Baca juga :   Walikota Alfin Pantau Keamanan Malam Tahun Baru

Asal Nama dan Bata Berukuran Besar

Nama Lemah Duwur berasal dari bahasa Jawa yang berarti tanah tinggi. Nama tersebut sesuai dengan posisi candi yang berdiri di titik tertinggi dibandingkan persawahan di sekitarnya.

Candi ini juga memiliki ciri khas pada material bangunannya. Para pembuat candi menggunakan bata merah berukuran besar, lebih besar dari bata pada umumnya.

“Panjang bata sekitar 37 hingga 40 sentimeter, lebarnya hampir 30 sentimeter, dan tebalnya sekitar 10 sentimeter. Ukuran ini khas Majapahit dan mirip dengan bata Candi Pari,” kata Didik.

Pantangan Mengambil Bata Candi

Pada masa lalu, beberapa warga sempat mengambil bata dari candi karena ukurannya yang besar. Namun, kejadian tersebut memunculkan cerita yang kemudian berkembang menjadi pantangan.

“Sekarang warga tidak berani membawa pulang bata dari sini. Mereka percaya akan mengalami mimpi aneh atau jatuh sakit, lalu sembuh setelah mengembalikan batanya,” tutur Didik.

Cerita tersebut membuat warga lebih berhati-hati dan ikut menjaga keberadaan situs bersejarah ini.

Batu Lingga dan Aktivitas Ritual

Nuansa mistis semakin terasa karena keberadaan batu lingga di bagian atas candi, tepat di bawah pohon tua yang masih tumbuh hingga kini. Pada hari-hari tertentu, beberapa orang datang untuk berziarah atau melakukan ritual sederhana.

Baca juga :   Perbandingan Minyak dan Mentega Mana Lebih Sehat

Didik menegaskan bahwa kegiatan tersebut jarang terjadi dan tidak mengganggu kelestarian candi. Ia tetap menjalankan tugasnya untuk menjaga dan merawat situs tersebut.

Akses dan Kondisi Kunjungan

Pengunjung dapat mencapai Candi Lemah Duwur dengan akses jalan yang cukup baik meski relatif sempit karena melewati area persawahan. Pengendara sepeda motor bisa memarkir kendaraan dekat lokasi, sedangkan mobil harus diparkir sekitar 200 meter dari candi.

Jumlah wisatawan yang datang masih sedikit. Dalam satu pekan, biasanya hanya beberapa rombongan kecil yang berkunjung.

“Seminggu sekitar empat rombongan. Kalau yang datang dua atau tiga orang justru lebih sering. Sampai sekarang masih gratis dan belum banyak yang tahu,” ujar Didik.

Dengan pemandangan sawah hijau, angin sejuk, pepohonan rindang, serta latar Gunung Penanggungan, Candi Lemah Duwur menawarkan wisata sejarah yang tenang dan berbeda. Situs ini terus berdiri sebagai saksi bisu kejayaan Majapahit sekaligus kepercayaan masyarakat setempat.

(vvr)

Berita ini 7 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Michael Bloomberg saat pertemuan di Istana Merdeka.

Nasional

Prabowo dan Michael Bloomberg Bahas Kerja Sama Danantara
Suster Ika—Suster Fransiska Imakulata—mendampingi korban TPPO yang mendapatkan perlindungan setelah penyelamatan di Maumere.

Nasional

Suster Ika Selamatkan Korban TPPO di Maumere NTT
Ilustrasi STNK kendaraan bermotor untuk pembayaran pajak tahunan

Nasional

Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis 2026 Waspada Penipuan
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kos mahasiswi Unas yang tewas muntah darah di Cinere, Depok.

Nasional

Mahasiswi Unas Tewas Muntah Darah di Kos Depok
Ilustrasi kebakaran bengkel dengan api membara

Nasional

Bengkel di Garut Terbakar, Ayah dan Anak Tewas
Emas Antam 24 karat dalam berbagai ukuran, ilustrasi logam mulia

Nasional

Harga Emas Antam Turun Setelah Cetak Rekor

Nasional

Prabowo Dorong Kemitraan Setara Indonesia dan Tiongkok
Yamaha WR155 R 2026 dengan grafis baru dan desain bodi lebih agresif

Nasional

Yamaha WR155 R Dapat Penyegaran Grafis 2026