Candi Lemah Duwur, Peninggalan Majapahit yang Penuh Mistis

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candi Lemah Duwur di Sidoarjo (Suparno/detikJatim)


Baca artikel detikTravel,

Candi Lemah Duwur di Sidoarjo (Suparno/detikJatim) Baca artikel detikTravel, "Candi Lemah Duwur yang Diselimuti Mistis, Jangan Coba-coba Lakukan Ini" selengkapnya https://travel.detik.com/domestic-destination/d-8296258/candi-lemah-duwur-yang-diselimuti-mistis-jangan-coba-coba-lakukan-ini. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Sidoarjo, iNBrita.com —  Di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri Candi Lemah Duwur yang tersembunyi di tengah hamparan sawah. Situs peninggalan Majapahit ini masih jarang diketahui wisatawan, meski menyimpan nilai sejarah dan cerita mistis yang kuat.

Candi Lemah Duwur berdiri tepat di pematang sawah dan menghadap langsung ke Gunung Penanggungan. Sejak masa Jawa Kuno, masyarakat menganggap gunung tersebut sebagai kawasan sakral dan pusat aktivitas spiritual.

Meski bangunannya kini hanya tersisa sebagian dan belum pernah dipugar, candi ini tetap menunjukkan jejak kejayaan Majapahit di wilayah Sidoarjo.

Dikenal Sejak Zaman Kolonial

Juru pelihara Candi Lemah Duwur dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Didik Setiawan, menjelaskan bahwa para peneliti telah mengenal situs ini sejak masa Hindia-Belanda. Namun, selama bertahun-tahun semak dan pepohonan menutupi bangunan candi.

“Sekitar tahun 2016, pihak terkait mulai meminta pemeliharaan situs ini. Setelah itu saya mendapat tugas untuk menjaga Candi Lemah Duwur,” ujar Didik.

Menurut Didik, bentuk bangunan dan arah hadap candi menunjukkan fungsi keagamaan. Bangunan ini menghadap ke Gunung Penanggungan, seperti banyak tempat ibadah pada era Majapahit.

“Pintu aslinya menghadap ke barat. Kami belum mengetahui tahun pembuatannya karena tidak menemukan prasasti,” jelasnya.

Baca Juga :  Wamendagri Dorong Daerah Tinggalkan Rapat Seremonial

Asal Nama dan Bata Berukuran Besar

Nama Lemah Duwur berasal dari bahasa Jawa yang berarti tanah tinggi. Nama tersebut sesuai dengan posisi candi yang berdiri di titik tertinggi dibandingkan persawahan di sekitarnya.

Candi ini juga memiliki ciri khas pada material bangunannya. Para pembuat candi menggunakan bata merah berukuran besar, lebih besar dari bata pada umumnya.

“Panjang bata sekitar 37 hingga 40 sentimeter, lebarnya hampir 30 sentimeter, dan tebalnya sekitar 10 sentimeter. Ukuran ini khas Majapahit dan mirip dengan bata Candi Pari,” kata Didik.

Pantangan Mengambil Bata Candi

Pada masa lalu, beberapa warga sempat mengambil bata dari candi karena ukurannya yang besar. Namun, kejadian tersebut memunculkan cerita yang kemudian berkembang menjadi pantangan.

“Sekarang warga tidak berani membawa pulang bata dari sini. Mereka percaya akan mengalami mimpi aneh atau jatuh sakit, lalu sembuh setelah mengembalikan batanya,” tutur Didik.

Cerita tersebut membuat warga lebih berhati-hati dan ikut menjaga keberadaan situs bersejarah ini.

Batu Lingga dan Aktivitas Ritual

Nuansa mistis semakin terasa karena keberadaan batu lingga di bagian atas candi, tepat di bawah pohon tua yang masih tumbuh hingga kini. Pada hari-hari tertentu, beberapa orang datang untuk berziarah atau melakukan ritual sederhana.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kerinci Hadiri Rakornas Posyandu 2025 di Jakarta

Didik menegaskan bahwa kegiatan tersebut jarang terjadi dan tidak mengganggu kelestarian candi. Ia tetap menjalankan tugasnya untuk menjaga dan merawat situs tersebut.

Akses dan Kondisi Kunjungan

Pengunjung dapat mencapai Candi Lemah Duwur dengan akses jalan yang cukup baik meski relatif sempit karena melewati area persawahan. Pengendara sepeda motor bisa memarkir kendaraan dekat lokasi, sedangkan mobil harus diparkir sekitar 200 meter dari candi.

Jumlah wisatawan yang datang masih sedikit. Dalam satu pekan, biasanya hanya beberapa rombongan kecil yang berkunjung.

“Seminggu sekitar empat rombongan. Kalau yang datang dua atau tiga orang justru lebih sering. Sampai sekarang masih gratis dan belum banyak yang tahu,” ujar Didik.

Dengan pemandangan sawah hijau, angin sejuk, pepohonan rindang, serta latar Gunung Penanggungan, Candi Lemah Duwur menawarkan wisata sejarah yang tenang dan berbeda. Situs ini terus berdiri sebagai saksi bisu kejayaan Majapahit sekaligus kepercayaan masyarakat setempat.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap Stabil
KPK Lelang Barang Mewah Koruptor Eks Sekda Pekanbaru
BGN Pangkas Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima Manfaat
Indonesia Terpilih Uji Coba Logo Kemasan Pakai Ulang
BPOM Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kenaikan Harga Obat
BGN Hentikan Pendaftaran Dapur Baru MBG, Ini Alasannya
Cara Cek STNK Asli Sebelum Beli Kendaraan Bekas
Korupsi MBG, Pengadaan Motor Listrik Rp1 Triliun Disorot
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap Stabil

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:00 WIB

KPK Lelang Barang Mewah Koruptor Eks Sekda Pekanbaru

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima Manfaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:00 WIB

Indonesia Terpilih Uji Coba Logo Kemasan Pakai Ulang

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:00 WIB

BPOM Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kenaikan Harga Obat

Berita Terbaru

Tampilan BYD M6 sebagai MPV listrik dengan desain modern dan fitur canggih di Indonesia.( Foto: Andhika Prasetia )

Teknologi

Harga BYD M6 Bekas Indonesia Turun atau Stabil

Sabtu, 6 Jun 2026 - 18:00 WIB

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah memicu minat masyarakat pada investasi valas.(Foto : CNN Indonesia/Safir Makki).

Ekonomi

Rupiah Melemah Tajam, Waktunya Investasi Valas Sekarang?

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:00 WIB

Foto: Hiace saat dievakuasi usai terlibat kecelakaan (Dok Ditlantas Polda Riau)

Daerah

Kecelakaan Maut Tol Permai Tewaskan Lima Warga Kerinci

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:00 WIB

Foto: Ilustrasi Hipertensi Naik. (Pexels)

Kesehatan

Waspadai Lima Makanan Pemicu Hipertensi dan Stroke

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:00 WIB

Tampilan emas batangan Antam, UBS, dan Galeri 24 yang dijual di Pegadaian. Pada 6 Juni 2026, harga emas tercatat turun di semua ukuran.( Investor Daily/David Gita Roza
)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun Hari Ini Antam UBS

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:00 WIB