Virus Nipah, Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan hewan untuk mencegah penyebaran virus Nipah di Indonesia.

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan hewan untuk mencegah penyebaran virus Nipah di Indonesia.

Jakarta, iNBrita.com  – Waspada Virus Nipah,  ancaman Baru di Kawasan Asia .  Meskipun belum ada kasus tercatat di tanah air, para ahli menekankan pentingnya kesiapsiagaan karena virus ini bisa masuk kapan saja.

Virus Nipah merupakan zoonosis serius dengan tingkat kematian tinggi, diperkirakan antara 40% hingga 75% menurut WHO. Manusia bisa tertular virus ini melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, maupun dari orang ke orang.

Baca Juga :  Bus Terguling di Padang Panjang Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang

Mengapa Indonesia Perlu Waspada?

  1. Indonesia memiliki kelelawar pemakan buah yang tersebar luas, terutama dari famili Pteropodidae. Hewan ini menjadi inang alami virus Nipah, sehingga meningkatkan potensi virus masuk ke populasi manusia.

  2. Perdagangan hewan dan perjalanan antarnegara yang tinggi mempermudah jalur masuk virus.

  3. Infeksi Nipah sering diawali dengan demam, sakit kepala, atau muntah, yang mirip penyakit umum. Gejala ini bisa menunda diagnosis dan meningkatkan risiko penularan lebih luas.

Baca Juga :  Lima Buah Rahasia Panjang Umur ala Jepang

Upaya Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah memperkuat langkah-langkah pencegahan. Misalnya, mereka meningkatkan surveilans di pintu masuk internasional dan fasilitas kesehatan.

Para ahli menegaskan bahwa meskipun Indonesia belum mencatat kasus Nipah, kewaspadaan dini, pemantauan kelelawar lokal, dan kesiapan respons cepat tetap menjadi kunci untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi baru yang berpotensi mematikan ini.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh
Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026
Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal
Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?
Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap
Manfaat Jahe Pagi Hari untuk Kesehatan Tubuh
Kurang Tidur Picu Gangguan Hormon dan Nafsu Makan
Waspadai Penyakit Ginjal Kronis Sejak Dini
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 07:00 WIB

Waktu Tepat Minum Kopi untuk Kesehatan Tubuh

Senin, 27 April 2026 - 03:00 WIB

Pemerintah Kaji Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 17:00 WIB

Waktu Tepat Konsumsi Buah untuk Kesehatan Optimal

Sabtu, 25 April 2026 - 15:00 WIB

Operasi Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan?

Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB

Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan Tubuh Lengkap

Berita Terbaru

Sate kambing dan kuliner Indonesia mendunia

Kuliner

Tiga Kuliner Indonesia Masuk 100 Terbaik Dunia

Senin, 27 Apr 2026 - 15:00 WIB

Kuliner

Sambal Suhien, Bitter Chili Paste Loved for Generations

Senin, 27 Apr 2026 - 14:00 WIB

Sri Kartini Alfin sebagai penggagas Gerakan 3S untuk penanganan stunting dan kemiskinan.

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Penggagas Gerakan 3S Inspiratif

Senin, 27 Apr 2026 - 13:00 WIB

Pergerakan rupiah diperkirakan fluktuatif dan berpotensi melemah dipengaruhi sentimen global dan domestik

Ekonomi

Rupiah Diprediksi Melemah di Tengah Tekanan Global Hari Ini

Senin, 27 Apr 2026 - 12:00 WIB

Pengecekan akomodasi jemaah haji Indonesia di Hotel Emaar Al Taqwa, Sektor 2 Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (25/4/2026). (Dok MCH 2026)

Travel

Ratusan Hotel Makkah Siap Fasilitasi Jemaah Haji

Senin, 27 Apr 2026 - 11:00 WIB