Home / Kesehatan

Rabu, 28 Januari 2026 - 04:00 WIB

Kebiasaan Sehari-hari Pemicu GERD yang Sering Diabaikan

Ilustrasi diagnosis GERD yang sering dipicu kebiasaan hidup tidak sehat

Ilustrasi diagnosis GERD yang sering dipicu kebiasaan hidup tidak sehat

Jakarta, iNBrita.comGaya hidup modern yang serba cepat sering membuat orang mengabaikan pola makan dan kebiasaan sehat. Banyak orang makan terburu-buru, minum kopi berlebihan, hingga jarang berolahraga. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), gangguan pencernaan kronis yang terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan.

Sebagian orang masih menganggap GERD sebagai maag biasa. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.

Kebiasaan Sepele yang Picu Asam Lambung Naik

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru berperan besar dalam memicu kambuhnya asam lambung. Mengutip Medical News Today, berikut beberapa kebiasaan yang paling sering memicu GERD.

Merokok Melemahkan Katup Lambung

Merokok menjadi salah satu faktor risiko utama GERD. Orang yang mengisap lebih dari 20 batang rokok per hari memiliki risiko GERD yang jauh lebih tinggi. Risiko tersebut meningkat hingga 37 persen pada wanita dan 53 persen pada pria. Zat kimia dalam rokok melemahkan katup lambung sehingga asam mudah naik ke kerongkongan. Kabar baiknya, berhenti merokok terbukti mampu mengurangi gejala GERD dan memperbaiki kualitas hidup penderita.

Konsumsi Kopi Berlebih Picu Keluhan

Kopi juga sering memicu keluhan asam lambung. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi kopi dengan meningkatnya gejala GERD. Meski para ahli masih meneliti peran kafein secara pasti, kopi dapat memperburuk kondisi pada orang yang sensitif. Setiap orang memiliki reaksi berbeda, sehingga penting mengenali batas tubuh masing-masing.

Makan Malam Terlalu Larut Tingkatkan Risiko

Makan dalam porsi besar pada malam hari atau makan menjelang tidur dapat meningkatkan risiko GERD hingga 20 persen. Lambung harus bekerja keras saat tubuh seharusnya beristirahat. Para ahli menyarankan untuk mengatur waktu makan terakhir minimal dua hingga tiga jam sebelum tidur agar pencernaan berjalan optimal.

Aktivitas Fisik yang Tidak Tepat

Aktivitas berat seperti mengangkat beban dapat menekan perut dan mendorong asam lambung naik. Berolahraga terlalu dekat dengan waktu makan juga dapat mengganggu proses pencernaan. Sebaliknya, jarang bergerak atau tidak berolahraga sama sekali juga meningkatkan risiko GERD. Aktivitas fisik ringan dan teratur justru membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Ubah Pola Hidup untuk Cegah GERD

Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat, risiko GERD dapat ditekan secara signifikan. Mengatur pola makan, berhenti merokok, membatasi kopi, dan rutin bergerak dapat membantu menjaga kesehatan lambung dalam jangka panjang.

(Tim*)

Berita ini 4 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Ilustrasi perbedaan warna urine normal dan urine gelap sebagai tanda gagal ginjal

Kesehatan

Warna Urine Penanda Gagal Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi virus Nipah

Kesehatan

Singapura Tingkatkan Pengawasan Virus Nipah di Bandara
Ilustrasi makanan sahur sehat dengan nasi, lauk berprotein, sayur, dan buah di atas meja makan.

Kesehatan

Jenis Makanan dan Minuman Hindari Saat Sahur

Kesehatan

Minuman Herbal Ampuh untuk Membersihkan Ginjal Anda
dr. Riza Firmansyah menjelaskan gejala demensia di RSUD MH Athalib

Kesehatan

Momen Hari Demensia Sedunia RSUD MH Athalib Beri Penyuluhan
Salad sayuran dengan bayam, alpukat, dan kacang chickpea sumber protein nabati

Kesehatan

Sayur Mengandung Protein Tinggi untuk Menu Sehat Harian
Batang dan bubuk kayu manis sebagai bumbu dapur dan obat herbal

Kesehatan

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan dan Kolesterol
Buah kiwi segar yang dipercaya membantu tidur lebih nyenyak

Kesehatan

Kiwi Terbukti Bantu Tidur Lebih Nyenyak Alami