Home / Nasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 15:09 WIB

WFH Rabu Diusulkan DPR Demi Hemat BBM Nasional

Ilustrasi pekerja menjalankan aktivitas work from home (WFH) dari rumah

Ilustrasi pekerja menjalankan aktivitas work from home (WFH) dari rumah

Jakarta, iNBrita.com — Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengusulkan pemerintah menetapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu. Ia menilai kebijakan ini dapat membantu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah.

Usulan WFH Rabu untuk Cegah Libur Panjang

Ahmad Irawan menyerahkan penentuan hari WFH kepada pemerintah. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan WFH pada hari Jumat berpotensi disalahartikan sebagai libur panjang.

Ia menilai masyarakat bisa memanfaatkan hari tersebut untuk berwisata, sehingga tujuan penghematan BBM tidak tercapai. Menurutnya, WFH pada hari Jumat justru berisiko meningkatkan mobilitas masyarakat.

Risiko WFH di Awal dan Akhir Pekan

Ahmad Irawan menjelaskan bahwa pelaksanaan WFH pada hari Senin berpotensi membuat pegawai memperpanjang libur akhir pekan.

Baca juga :   Kapolri Ungkap Bekas Gergaji Kayu Banjir Sumatera

Sementara itu, jika WFH dilakukan pada hari Kamis, masyarakat berpeluang mengambil cuti pada hari Jumat. Kondisi ini bisa menciptakan libur panjang dari Kamis hingga Minggu.

Ia menilai situasi tersebut dapat meningkatkan konsumsi BBM dan melemahkan tujuan kebijakan.

Rabu Dinilai Paling Efektif

Ahmad Irawan menilai hari Rabu sebagai pilihan paling ideal karena berada di tengah pekan.

Menurutnya, posisi ini membuat masyarakat sulit memperpanjang libur. Ia juga meyakini pegawai tetap fokus bekerja dari rumah jika WFH hanya berlangsung satu hari di tengah minggu.

Dengan begitu, efektivitas kerja tetap terjaga dan tujuan penghematan energi bisa tercapai.

WFH Perlu Didukung Kebijakan Lain

Meski demikian, Ahmad Irawan menilai kebijakan WFH hanya salah satu langkah sederhana dalam penghematan energi.

Baca juga :   Hari Kartini,Ayo! Beri Ucapan Untuk Perempuan Hebat Mu.

Ia meminta pemerintah menjalankan kebijakan ini secara seimbang dengan penyediaan energi, logistik bahan pokok, dan dukungan terhadap pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik selama penerapan WFH.

Pemerintah Masih Tunggu Persetujuan Presiden

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa sejumlah menteri telah menyepakati rencana penerapan WFH satu hari dalam seminggu.

Pemerintah mengambil langkah ini untuk menghemat penggunaan BBM. Namun, Tito menegaskan bahwa keputusan tersebut masih menunggu laporan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan bahwa pihak Istana akan mengumumkan kebijakan tersebut secara resmi. Saat ini, pemerintah belum mengungkapkan hari pelaksanaan WFH karena masih menunggu persetujuan Presiden.

(VVR*)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Tim SAR melakukan pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pangkep

Nasional

Basarnas Pastikan Belum Ada Korban Selamat ATR Jatuh
Warga melihat lubang amblesan di Nagari Situjuah Batua, Limapuluh Kota, Sumatera Barat

Nasional

Badan Geologi Jelaskan Amblesan Tanah di Limapuluh Kota

Nasional

IAIN Kerinci Diberikan Peluang Tiga Beasiswa Full Tahun 2023

Nasional

BKN Minta Petugas Seleksi PPPK Tahap II Menjaga Integritas Institusi
menteri keuangan purbaya yudhi sadewa sedang memberikan keterangan pers tentang kenaikan gaji asn 2026

Nasional

Purbaya Jelaskan Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026
Ribuan jemaah haji mengenakan ihram di sekitar Ka'bah

Nasional

Keberangkatan Haji Pakai Kapal Laut Ditolak BP Haji

Dinamika

SAH Fokus Perjuangkan Pemerataan Imunisasi di Indonesia
Buah kakao adalah buah dari pohon Theobroma cacao yang menjadi bahan baku utama pembuatan cokelat. Buah ini berbentuk lonjong dengan kulit tebal berwarna hijau, kuning, hingga merah saat matang.

Nasional

Ekspor Kakao Melonjak, Hilirisasi Jadi Fokus Utama