Komdigi Kecam Video Amien Rais, Sebut Hoaks dan Provokatif
Jakarta, iNBrita.com — Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menanggapi langsung video yang Amien Rais unggah di kanal YouTube pribadinya. Dalam hal ini, Amien Rais menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selanjutnya, Meutya Hafid menyatakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengidentifikasi video tersebut sebagai konten yang memuat fitnah, pembunuhan karakter, serta serangan personal terhadap Presiden.
Ia menilai narasi dalam video itu tidak memiliki dasar fakta dan justru memicu kegaduhan publik. Bahkan, ia menyebut konten tersebut berpotensi memperkeruh situasi di ruang digital.
“Konten tersebut merupakan hoaks, fitnah, dan mengandung ujaran kebencian. Selain itu, narasi yang dibangun berupaya merendahkan martabat pimpinan negara serta berpotensi memecah belah masyarakat,” tegas Meutya.
Komdigi Nilai Konten Ancam Persatuan Nasional
Di sisi lain, Komdigi menilai penyebaran konten tersebut merusak kualitas ruang demokrasi digital. Seharusnya, masyarakat menggunakan ruang digital untuk adu gagasan, bukan justru menyebarkan kebencian.
Oleh karena itu, Meutya menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menggunakan kebebasan berekspresi.
Berikutnya, pemerintah menyatakan akan menindak tegas pihak yang memproduksi maupun menyebarluaskan video tersebut.
Dalam konteks ini, pemerintah menilai penyebaran konten hoaks dan ujaran kebencian melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2).
YouTube Hentikan Akses Video
Sementara itu, platform YouTube telah menghentikan akses terhadap video berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” yang berdurasi sekitar delapan menit di kanal Amien Rais Official.
Di sisi berbeda, Aznur Syamsu selaku Ketua DPP Partai Ummat menegaskan bahwa Amien Rais menyampaikan pernyataan tersebut sebagai sikap pribadi.
Ia memastikan Partai Ummat tidak memiliki keterkaitan dengan isi pernyataan tersebut.
“Itu pernyataan pribadi, sehingga tidak berkaitan dengan partai,” ujar Aznur.
Meski demikian, Aznur tetap menyayangkan pernyataan tersebut karena Amien Rais merupakan tokoh publik yang pernah berperan dalam perjalanan politik nasional.
Lebih lanjut, Aznur menilai pernyataan itu tidak relevan dengan kondisi bangsa saat ini dan berpotensi memicu polemik.
Partai Ummat Minta Publik Bijak
Sebagai penutup, Partai Ummat menegaskan tidak terlibat dalam narasi yang Amien Rais sampaikan. Dengan demikian, partai tersebut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga etika dan bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
(eny)









