Konsumsi Garam Berlebih Masih Tinggi di Malaysia
Jakarta, iNBrita.com — Banyak warga Malaysia tanpa sadar mengonsumsi garam melebihi batas harian yang direkomendasikan. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.
Selain itu, dalam rangka Pekan Kesadaran Garam Sedunia (12–18 Mei) serta Hari Hipertensi Sedunia, para ahli kesehatan kembali mengingatkan masyarakat bahwa konsumsi garam berlebih merupakan masalah serius dalam pola makan. Namun demikian, masyarakat masih sering lebih memperhatikan gula daripada garam.
Berdasarkan Survei Kesehatan dan Morbiditas Nasional 2024, sekitar 75% orang dewasa di Malaysia rutin mengonsumsi makanan tinggi garam. Di samping itu, rata-rata orang mengonsumsi 7,3 gram garam per hari, sehingga mereka melampaui rekomendasi WHO yang menetapkan batas kurang dari 5 gram per hari atau sekitar satu sendok teh.
Garam Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Di sisi lain, natrium tidak hanya berasal dari rasa asin yang terasa langsung, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai makanan. Saus, kuah, sup, mi instan, makanan olahan, dan makanan siap saji menyumbang asupan natrium yang tinggi. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa makanan di luar rumah menjadi sumber utama garam.
Lebih lanjut, para ahli menilai mahasiswa sebagai kelompok yang paling rentan. Pola makan mereka cenderung praktis, murah, dan sering bergantung pada makanan cepat saji. Akibatnya, kebiasaan ini berpotensi berlanjut hingga mereka dewasa.
Upaya Institusi Pendidikan Menekan Konsumsi Garam
Sebagai respons, sejumlah institusi pendidikan mulai menyediakan pilihan makanan rendah garam. Mereka juga bekerja sama dengan vendor makanan, menjalankan kampanye edukasi gizi, dan menyesuaikan resep. Dengan demikian, mereka tidak menghilangkan rasa makanan, tetapi mereka mengurangi kadar natrium tanpa menaikkan biaya atau menurunkan kenikmatan.
Sementara itu, kesadaran masyarakat terhadap natrium masih rendah. Banyak orang belum mengetahui bahwa gorengan, mi instan, daging olahan, dan makanan siap saji mengandung garam tinggi.
Selain itu, para peneliti mengembangkan garam rendah natrium dengan mengganti sebagian natrium dengan kalium. Mereka tetap menjaga rasa agar mirip dengan garam biasa. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa pengganti ini membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, terutama jika masyarakat juga mengurangi konsumsi garam secara keseluruhan.
Langkah Sederhana untuk Mengurangi Garam
Akhirnya, para ahli menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengurangi garam secara ekstrem. Sebaliknya, mereka dapat mengambil langkah sederhana seperti mengurangi bumbu, memilih makanan rendah natrium, dan menggunakan garam lebih sedikit saat memasak agar tubuh beradaptasi secara bertahap.
(eny)









