Jakarta, iNBrita.com – Kirmanto membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukan penghalang untuk sukses. Lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta ini berhasil menembus perusahaan multinasional meski berasal dari keluarga petani di Pemalang.
Sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara, Kirmanto menjadi satu-satunya yang meraih gelar sarjana. Ia pun memikul harapan besar untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Perjalanan dari Desa ke Dunia Industri
Kirmanto lahir di Pemalang pada 20 Juni 2000. Ia menghabiskan masa kecil di Desa Belik bersama kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai petani dengan pendidikan terakhir SD.
Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi Menteri Pertanian atau pengusaha sukses di bidang pertanian. Setelah lulus dari SMAN 1 Belik, ia mencoba masuk perguruan tinggi negeri melalui SBMPTN di Purwokerto. Namun, ia gagal.
Ia tidak menyerah. Kirmanto kembali mempersiapkan diri untuk mencoba lagi di tahun berikutnya. Namun, pandemi Covid-19 menghambat rencananya karena mobilitas terbatas dan orang tuanya melarang bepergian.
Kesempatan Emas Lewat Beasiswa
Kesempatan datang saat ia mendapat informasi tentang program beasiswa penuh di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta. Ia langsung mendaftar dan berhasil lolos seleksi.
Kirmanto menerima beasiswa 100 persen melalui program KIP Kuliah, termasuk uang saku Rp700 ribu per bulan. Meski begitu, ia tetap berusaha mandiri dengan bergabung sebagai relawan di Palang Merah Indonesia Yogyakarta.
Selama kuliah, ia aktif mengikuti kegiatan dan sering terlibat langsung dalam penanganan laporan kecelakaan serta bencana. Ia juga bekerja paruh waktu untuk menambah pengalaman.
Prestasi Akademik dan Bekal Karier
Di kampus, Kirmanto menunjukkan prestasi akademik yang konsisten. Ia menyelesaikan kuliah dalam delapan semester dengan hasil gemilang.
UNU Yogyakarta juga membekalinya dengan keterampilan kerja melalui pelatihan pembuatan CV, persiapan wawancara, hingga pengembangan portofolio.
“Saat wawancara kerja, saya bisa menjelaskan analisis susu berdasarkan pengalaman kuliah. Itu membantu saya lolos seleksi,” jelasnya.
Lolos Seleksi Perusahaan Multinasional
Kirmanto lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,83 pada Desember 2024. Hanya dua bulan setelah wisuda, ia langsung diterima bekerja di PT Nestlé Indonesia.
Perusahaan menempatkannya di Bandaraya Factory, Batang, Jawa Tengah. Di sana, ia bekerja sebagai fresh milk analyst yang bertugas memeriksa kualitas dan kandungan nutrisi susu.
Setelah melamar ke beberapa perusahaan besar, Kirmanto diterima di tiga perusahaan sekaligus. Ia akhirnya memilih PT Nestlé Indonesia karena fasilitas modern dan kerja sama dengan kampusnya.
Tetap Berbakti kepada Orang Tua
Kini, Kirmanto terus mengembangkan kemampuan dan beradaptasi di dunia industri. Ia juga rutin menyisihkan penghasilan untuk membantu keluarga.
Setiap akhir pekan, Kirmanto pulang ke Pemalang untuk menemui orang tuanya yang sudah lanjut usia.
“Saya ingin membahagiakan orang tua. Saya menabung agar bisa memberangkatkan mereka umroh,” ujarnya.
Kampus Siapkan Lulusan Siap Kerja
Pihak Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta menyatakan bahwa mereka memang menyiapkan mahasiswa sejak awal agar siap kerja. Program seperti Direktorat Employability dan Student Journey membantu mahasiswa mengenali potensi dan terhubung dengan dunia industri.
Manajemen PT Nestlé Indonesia juga mengakui kualitas lulusan kampus tersebut. Mereka menilai alumni memiliki pemahaman kuat tentang keamanan pangan, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki disiplin tinggi.
(VVR*)









