Jakarta, iNBrita.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan alasan pemerintah menyimpan dana daerah di Bank Jabar. Ia menilai cara ini menjaga keamanan, transparansi, dan legalitas keuangan daerah.
Dedi mengatakan pemerintah membayar proyek pembangunan secara bertahap, bukan sekaligus. Ia mencontohkan proyek jalan senilai Rp1 triliun yang pemerintah bayar dalam tiga tahap. Pembayaran bertahap memungkinkan pemerintah mengawasi pekerjaan agar berjalan sesuai rencana.
Ia menegaskan, pembayaran penuh di awal dapat memicu penyalahgunaan anggaran. “Jika pemerintah langsung memberikan seluruh dana sebelum pekerjaan dimulai, penyelenggara bisa menghadapi masalah hukum,” ujar Dedi melalui akun TikTok-nya, @dedimulyadiofficial.
Dedi menambahkan, pemerintah tetap memperoleh bunga dari dana yang disimpan dalam giro. Pemerintah memasukkan bunga tersebut ke kas daerah dan menambah pendapatan daerah. Dengan begitu, masyarakat menikmati langsung hasil pengelolaan uang daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu dana pemerintah daerah yang masih tersimpan di bank. Ia menjelaskan, Bank Indonesia (BI) mengumpulkan seluruh data tersebut. Kementerian Keuangan memakai data dari BI untuk menganalisis dan merancang kebijakan. “BI mengumpulkan datanya, saya hanya memakai data dari bank sentral,” kata Purbaya di Jakarta.
(ES)









