Pakar Peringatkan Dampak Setelah AS Keluar WHO

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung WHO di Jenewa, pusat koordinasi kesehatan global.

Gedung WHO di Jenewa, pusat koordinasi kesehatan global.

Jakarta, iNBrita.com  – Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Pakar Khawatir Dampak Kesehatan Global . Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setelah selama 78 tahun berpartisipasi aktif dalam badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penarikan negara itu pada awal masa jabatannya di 2025 melalui perintah eksekutif, dan penarikan resmi berlaku setahun kemudian.

Trump menyebut alasan penarikan, antara lain penanganan pandemi COVID-19 yang buruk dan ketidakadilan iuran keanggotaan AS. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. menyatakan bahwa AS kini “membebaskan diri dari berbagai pembatasan” yang sebelumnya berlaku di WHO.

Baca Juga :  Ahli Waris Pahlawan Nasional Terima Rp50 Juta Per Tahun

Proses keluar AS tidak berjalan mulus. WHO mencatat Amerika masih menunggak iuran lebih dari 130 juta dolar (sekitar Rp1,95 triliun). Kedua pihak masih berbeda pandangan terkait besaran dan status pembayaran tersebut. WHO akan membahas masalah ini dan mekanisme penanganannya dalam rapat dewan eksekutif Februari mendatang.

Pejabat pemerintahan Trump mengakui AS berpotensi kehilangan akses terhadap data kesehatan global yang selama ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini penyakit baru. Banyak pakar kesehatan global memperingatkan keputusan ini dapat melemahkan kapasitas AS dan WHO dalam menghadapi wabah penyakit serta ancaman kesehatan dunia.

Selama ini, Amerika Serikat menyumbang dana terbesar bagi WHO. Lembaga PBB itu mengoordinasikan kesiapsiagaan menghadapi penyakit menular seperti mpox, Ebola, dan polio, mendistribusikan vaksin, serta menetapkan pedoman penanganan berbagai kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mental dan kanker.

Baca Juga :  MUI Gelar Munas XI Bahas Fatwa dan Palestina

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta AS mempertimbangkan kembali keputusannya. “Penarikan diri dari WHO merugikan Amerika Serikat dan juga dunia,” ujarnya dalam konferensi pers awal Januari 2026.

Pakar kesehatan menekankan bahwa kerja sama internasional sangat penting untuk mencegah wabah global. Mereka mengingatkan bahwa tanpa partisipasi AS, kesiapsiagaan global terhadap pandemi bisa terganggu, sehingga keamanan kesehatan dunia berisiko melemah (*)

sumber: detik.com

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Pangkas Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima Manfaat
Indonesia Terpilih Uji Coba Logo Kemasan Pakai Ulang
BPOM Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kenaikan Harga Obat
BGN Hentikan Pendaftaran Dapur Baru MBG, Ini Alasannya
Cara Cek STNK Asli Sebelum Beli Kendaraan Bekas
Korupsi MBG, Pengadaan Motor Listrik Rp1 Triliun Disorot
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Aturan Kemenkes
Kejagung Bongkar Korupsi Pengadaan MBG Senilai Rp1 Triliun
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima Manfaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:00 WIB

Indonesia Terpilih Uji Coba Logo Kemasan Pakai Ulang

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:00 WIB

BPOM Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Kenaikan Harga Obat

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:00 WIB

BGN Hentikan Pendaftaran Dapur Baru MBG, Ini Alasannya

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Cara Cek STNK Asli Sebelum Beli Kendaraan Bekas

Berita Terbaru

Aplikasi penghasil uang.

Teknologi

Aplikasi Penghasil Uang dari Game yang Sedang Populer

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:00 WIB

Honda Brio dan Toyota Agya menjadi pilihan hatchback populer untuk kebutuhan harian di Indonesia.(Gambar dibuat oleh Claude AI)

Teknologi

Honda Brio vs Toyota Agya Pilih Terbaik

Jumat, 5 Jun 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi pengisian BBM dengan campuran bioetanol 5 persen di SPBU sebagai bagian dari kebijakan ESDM (Foto: Pertamina)

Ekonomi

ESDM Wajibkan Bioetanol 5 Persen di SPBU

Jumat, 5 Jun 2026 - 05:00 WIB

Ilustrasi Imam Al Ghazali. Foto: Ilustrasi: Fauzan Kamil

Khasanah

Kisah Imam Al-Ghazali Tokoh Islam Berpengaruh Sepanjang Masa

Jumat, 5 Jun 2026 - 04:00 WIB

Foto ilustrasi: Thinkstock

Kesehatan

Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Muncul di Kaki

Jumat, 5 Jun 2026 - 03:00 WIB