Jakarta, iNBrita.com — Seorang pelajar sekolah dasar negeri (SDN) di Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia setelah meniru aksi freestyle yang terinspirasi dari permainan daring Free Fire (FF) yang sedang viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5). Awalnya, korban yang merupakan siswa kelas 1 SDN 3 Lenek Baru bernama Hamad Izan Wadi mencoba gerakan freestyle yang ia lihat dari tren di media sosial. Aksi itu kemudian menyebabkan cedera parah pada bagian leher.
Setelah kejadian tersebut, warga segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, tenaga kesehatan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban karena kondisi luka sudah sangat serius.
Kepala Kepolisian Subsektor Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan bahwa korban masih duduk di kelas 1 SD dan meninggal pada 3 Mei.
“Korban masih kelas 1 SD, meninggal dunia pada 3 Mei yang lalu. Korban bernama Hamad Izan Wadi. Ia meninggal setelah melakukan aksi freestyle yang sedang viral,” kata Yogi, dikutip dari detikBali, Kamis (7/5/2026).
Selain itu, Yogi menuturkan bahwa anak-anak di wilayah tersebut banyak mengikuti tren dari gim daring dan media sosial. Mereka kemudian menirukan gerakan ekstrem tersebut tanpa memahami risiko yang mungkin timbul.
“Ada gim online yang menampilkan gaya ekstrem, lalu anak-anak ikut menirunya,” jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya terkait konten digital. Mereka juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap tren viral yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa anak-anak perlu pendampingan lebih ketat agar tidak mudah terpengaruh aktivitas berisiko dari media sosial tanpa memahami dampaknya.









