Jakarta, iNBrita.com – Banyak orang mengira Bulan Ramadhan otomatis mengurangi asupan nutrisi karena harus menahan lapar dan haus. Anggapan ini membuat sebagian orang merasa sulit konsentrasi dan tubuh mudah lemas saat beraktivitas.
Padahal, kita bisa menjaga energi tetap stabil selama puasa dengan mengatur pola makan secara tepat. Puasa justru dapat menjadi momen terbaik untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat.
Ahli gizi asal Kanada, Nazima Qureshi, menegaskan bahwa perubahan pola dan tradisi makan selama Ramadhan memang menantang. Namun, ia menyarankan beberapa strategi agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.
Menurut Nazima, banyak orang kehilangan energi karena memilih makanan tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Makanan seperti ini memang cepat mengenyangkan, tetapi juga membuat rasa lapar datang lebih cepat.
Sahur Menentukan Energi Seharian
Nazima menganjurkan kita untuk menyusun menu sahur dengan makanan rendah kalori dan kaya nutrisi, terutama serat dan protein. Kombinasi ini membantu kita merasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga kadar energi tetap stabil.
Ia menyarankan agar sahur mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, dan cairan yang cukup. Dengan komposisi seimbang, tubuh dapat berfungsi optimal selama berpuasa.
Ia juga mengingatkan kita untuk menghindari makanan manis saat sahur. Gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah yang kemudian turun drastis. Kondisi ini membuat tubuh lebih cepat lemas.
Pilih Menu Berbuka yang Lebih Sehat
Kita sebaiknya mengurangi kebiasaan berbuka dengan gorengan atau makanan berminyak. Sebagai gantinya, kita bisa memulai berbuka dengan kurma dan air putih, lalu melanjutkan dengan makan malam bergizi seimbang.
Kita juga perlu membatasi konsumsi kafein seperti kopi di malam hari. Kafein dapat mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas keesokan harinya.
Penuhi Kebutuhan Cairan
Kita harus mencukupi asupan cairan saat sahur dan berbuka untuk mencegah dehidrasi. Kekurangan cairan sering memicu pusing, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.
Selain itu, kita perlu menghindari makan berlebihan di luar jam puasa, terutama makanan tinggi lemak dan gula. Pola makan yang tidak sehat dapat memicu berbagai keluhan selama berpuasa.
Nazima menegaskan bahwa gejala negatif saat puasa sering kali muncul akibat pola makan yang kurang tepat di luar jam puasa.
Jadi, jika kita sering merasa lemas saat puasa, kita perlu mengevaluasi pilihan makanan, bukan menyalahkan puasanya. Mari atur pola makan dengan lebih bijak agar Ramadhan terasa lebih sehat, segar, dan penuh energi.
(Tim*)














