Waspada Campak di Indonesia: Penularan dan Komplikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Indonesia termasuk negara dengan kasus campak tinggi. Seberapa mudah virus ini menular? (iStockphoto/Natalya Maisheva)

Ilustrasi: Indonesia termasuk negara dengan kasus campak tinggi. Seberapa mudah virus ini menular? (iStockphoto/Natalya Maisheva)

Jakarta, iNBrita.com  – Saat ini, Indonesia masih menghadapi kasus campak yang tinggi. Berdasarkan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lebih dari 11 ribu kasus terkonfirmasi terjadi pada 2025, sementara lebih dari 60 ribu kasus suspek juga tercatat. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap penyebaran penyakit ini.

Bagaimana Campak Menular?

Virus campak menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Virus ini menular dengan sangat cepat karena beberapa alasan:

  • Penderita dapat menyebarkan virus melalui udara ketika batuk, bersin, atau bahkan bernapas dekat orang lain.

  • Selain itu, virus hidup di lendir hidung dan tenggorokan, dapat menempel pada permukaan benda, dan bertahan di udara hingga 2 jam.

  • Akibatnya, sekitar 90% orang yang tidak kebal akan tertular jika berada dekat dengan penderita.

  • Lebih lanjut, penderita menularkan virus mulai 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya.

Baca Juga :  Makanan Pemicu Asam Urat yang Harus Dihindari

Gejala Campak

Gejala biasanya muncul 10–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada awalnya, orang akan menunjukkan tanda-tanda seperti:

  • Demam tinggi

  • Batuk dan pilek

  • Mata merah dan berair

  • Bintik putih kecil di mulut

Setelah beberapa hari, ruam merah mulai muncul di kulit. Ruam biasanya muncul dari wajah atau belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan berlangsung selama 3–7 hari. Dengan demikian, gejala campak mudah dikenali jika diperhatikan secara cermat.

Risiko Komplikasi

Campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak di bawah 5 tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau yang kekurangan gizi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Infeksi telinga

  • Diare berat

  • Pneumonia

  • Radang otak (ensefalitis)

  • Kematian pada kasus berat

Baca Juga :  Dokter Ungkap Duduk Lama Picu Risiko Serangan Jantung

Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi campak berisiko melahirkan prematur atau bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, pencegahan menjadi sangat penting.

Pencegahan

Vaksinasi terbukti efektif mencegah penularan campak. Vaksin kombinasi MMR (campak-gondong-rubella) aman dan membantu tubuh membentuk kekebalan. Dengan demikian, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi akan membantu masyarakat terhindar dari wabah. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk segera vaksin dan menghindari kontak dengan penderita menjadi langkah pencegahan tambahan yang penting.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedakan Nyeri Dada GERD dan Serangan Jantung
BRIN Kaji Manfaat Kratom bagi Penderita Diabetes
Tips Sehat di Musim Hujan agar Tetap Fit
Manfaat Daun Sereh untuk Kesehatan Tubuh Alami
6 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Lemak Perut Membandel
Waspadai Akrilamida dalam Makanan yang Digoreng
Siti Fauziah Ungkap Benjolan Payudara, Pentingnya Deteksi Dini
Hantavirus Mengintai, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:00 WIB

Membedakan Nyeri Dada GERD dan Serangan Jantung

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:00 WIB

BRIN Kaji Manfaat Kratom bagi Penderita Diabetes

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:00 WIB

Tips Sehat di Musim Hujan agar Tetap Fit

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Manfaat Daun Sereh untuk Kesehatan Tubuh Alami

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:00 WIB

6 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Lemak Perut Membandel

Berita Terbaru

Dukcapil mendorong instansi menghentikan fotokopi e-KTP dan beralih ke pembacaan chip digital

Nasional

Dukcapil Larang Fotokopi e-KTP, Ini Alasannya Sekarang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 06:00 WIB

Maya Novefri Handayani ditunjuk sebagai Plt Direktur Perumda Tirta Sakti Kerinci.

KERINCI

Maya Novefri Resmi Pimpin Perumda Tirta Sakti Kerinci

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:00 WIB

Foto: Ilustrasi serangan jantung (Getty Images/Chinnapong)

Kesehatan

Membedakan Nyeri Dada GERD dan Serangan Jantung

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:00 WIB

Namsan Seoul Tower Foto: (Muhammad Asyraf/d'Traveler)

Travel

Wisata Musim Semi Korea Selatan Favorit Turis Indonesia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:00 WIB

Foto: Presiden AS Donald Trump tiba di Beijing bersama Elon Musk dan Eric Trump, China, 13 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Internasional

Poin Penting Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:00 WIB