Wamendagri Dorong Daerah Tinggalkan Rapat Seremonial

Wamendagri Dorong Daerah Tinggalkan Rapat Seremonial

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah meninggalkan rapat seremonial dan fokus pada eksekusi program. (Dok. Kemendagri).

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mendorong kepala daerah meninggalkan rapat seremonial dan fokus pada eksekusi program. (Dok. Kemendagri).

Dorongan Mengakhiri Rapat Seremonial

Jakarta, iNBrita.com — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta para kepala daerah untuk meninggalkan pola rapat yang hanya bersifat seremonial. Sebaliknya, ia mendorong mereka untuk langsung mengeksekusi program lintas sektor yang lebih konkret, cepat, dan terukur.

Dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) 2026 di Semarang, Selasa (12/5), Wamendagri Bima menjelaskan bahwa selama ini banyak kepala daerah masih menjalankan forum koordinasi secara administratif. Oleh karena itu, ia menilai pendekatan tersebut sudah tidak efektif lagi. Ia kemudian mendorong kepala daerah untuk menggantinya dengan pendekatan yang lebih progresif, fokus pada isu utama, serta didukung skema pembiayaan yang jelas.

Tantangan Daerah yang Semakin Kompleks

Selain itu,Wamendagri   Bima menyoroti bahwa kepala daerah kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian global. Bahkan, mereka juga harus mengawal berbagai program strategis nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, ia menilai beban kerja pemerintah daerah semakin meningkat.

Baca Juga :  Subclade K H3N2 Picu Superflu Lebih Menular Global

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Indonesia sedang mengejar pemanfaatan bonus demografi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh daerah menyesuaikan kebijakan agar mendukung target Indonesia Emas 2045.

Kolaborasi Antar Daerah dan Pentingnya Data

Lebih lanjut, Bima meminta kepala daerah menghapus ego sektoral yang menghambat kerja sama antarwilayah. Misalnya, ia mendorong mereka untuk membangun kolaborasi dalam distribusi pangan. Dengan begitu, daerah yang memiliki surplus dapat membantu daerah lain yang kekurangan.

Namun demikian, ia menilai banyak daerah masih belum memanfaatkan data secara optimal. Karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk menggunakan big data yang presisi dan real-time agar mereka dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, ia juga meminta mereka menggunakan data tersebut untuk menentukan kerja sama antar daerah secara lebih efektif.

Transisi Energi dan Kendaraan Listrik

Sementara itu, pada sektor energi, Bima mendorong kepala daerah untuk mempercepat transisi energi, khususnya pengembangan kendaraan listrik. Ia juga meminta mereka memahami kebijakan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri terkait pembebasan pajak kendaraan listrik.

Baca Juga :  Viral Wanita Injak Al-Qur’an di Lebak Banten

Meskipun kebijakan tersebut berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jangka pendek, ia meyakini bahwa kebijakan itu memberikan manfaat jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dapat meningkatkan kualitas udara, menghemat energi, serta membuka lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

Inovasi Peningkatan Pendapatan Daerah

Di samping itu, Bima juga mendorong kepala daerah untuk meningkatkan PAD melalui inovasi. Ia menegaskan bahwa mereka tidak harus selalu menaikkan pajak. Sebaliknya, mereka dapat menggali potensi lokal dan mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Terakhir, ia mengapresiasi sejumlah daerah yang telah menciptakan inovasi yang berdampak besar. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah untuk terus mengembangkan pendekatan kreatif tersebut.

Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur DI Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, serta perwakilan pemerintah daerah anggota MPU lainnya.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan
BGN Hentikan Penyaluran MBG, Anggaran Hemat Rp3 Triliun.
Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK
Resmi Tangani Persija Shin Tae-yong Siap Rebut Juara
Waspada! Penipuan Berkedok Nonton Dracin Makin Marak
Harga BBM dan LPG Subsidi Dipastikan Tetap Stabil
KPK Lelang Barang Mewah Koruptor Eks Sekda Pekanbaru
BGN Pangkas Anggaran MBG Tanpa Kurangi Penerima Manfaat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:00 WIB

TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan

Jumat, 19 Juni 2026 - 05:00 WIB

BGN Hentikan Penyaluran MBG, Anggaran Hemat Rp3 Triliun.

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:00 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Resmi Tangani Persija Shin Tae-yong Siap Rebut Juara

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:00 WIB

Waspada! Penipuan Berkedok Nonton Dracin Makin Marak

Berita Terbaru

New Toyota Hilux(KOMPAS.com/Ruly Kurniawan)

Teknologi

Toyota Luncurkan Hilux BEV, Harga Tembus Rp1,019 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi pencairan TPG  (Foto Pexels)

Nasional

TPG Juni 2026 Cair, Simak Jadwal dan Cara Pengecekan

Selasa, 30 Jun 2026 - 16:00 WIB

Klopp mengkritik VAR usai Jerman tersingkir. ( Foto Detik Sport)

Internasional

Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia

Selasa, 30 Jun 2026 - 14:00 WIB

Polres Kerinci salurkan material instalasi air bersih kepada warga. ( Foto Humas Polres)

SUNGAI PENUH

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kerinci Bantu Akses Air Bersih

Selasa, 30 Jun 2026 - 13:00 WIB