Jakarta, iNBrita.com — Presiden Prabowo Subianto menghadiri prosesi penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari Kontingen Garuda UNIFIL di Lebanon. Kedatangan Presiden di Bandara Soekarno-Hatta menghadirkan suasana duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan para prajurit.
Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menemui keluarga korban yang duduk di dekat peti jenazah. Keluarga tidak mampu menahan tangis ketika Presiden menyalami dan menyampaikan belasungkawa secara langsung. Ia berbincang singkat dengan mereka dan berusaha menguatkan hati keluarga yang berduka. Prabowo juga menepuk pundak serta memeluk anak-anak prajurit sebagai bentuk empati.
Setelah itu, Prabowo memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah dengan sikap khidmat. Ia menunjukkan rasa hormat atas pengabdian para prajurit dalam menjalankan misi perdamaian dunia. Presiden kemudian menyapa kerabat lain yang hadir dan berinteraksi secara langsung dengan mereka.
Tiga jenazah prajurit tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.57 WIB. Jajaran TNI menyambut kedatangan jenazah dan langsung menyemayamkannya sebelum memberangkatkan mereka ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer. Sejumlah pejabat negara turut menghadiri prosesi ini, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus, Wamenhan Donny Ermawan Taufanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Prosesi berlangsung dengan suasana sangat emosional. Keluarga memeluk peti jenazah sambil menangis saat melepas kepergian orang tercinta yang gugur dalam tugas negara. Tiga prajurit tersebut, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon, menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan.
Peristiwa ini terjadi dalam dua insiden di Lebanon Selatan. Ledakan proyektil di sekitar posisi pasukan menewaskan Praka Farizal Rhomadhon pada Minggu (29/3). Keesokan harinya, ledakan lain menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menewaskan dua prajurit TNI serta melukai dua lainnya.
(eny)














