Sebelumnya, tim menemukan dua warga negara Singapura, yaitu Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), dalam kondisi meninggal dunia. Selain itu, tim juga lebih dulu menemukan korban pertama, yakni Enjel, pendaki asal Indonesia.
Namun demikian, tim SAR menghadapi kendala saat proses evakuasi. Tim kesulitan karena material vulkanik menimbun jenazah cukup tebal. Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih fluktuatif.
Oleh karena itu, tim SAR mengutamakan keselamatan personel selama proses evakuasi. Di sisi lain, tim juga memperlambat pengangkatan jenazah karena kondisi medan yang berat.
Secara keseluruhan, tim SAR mengerahkan 98 personel dalam operasi ini. Personel tersebut berasal dari Basarnas, BPBD Halmahera Utara, TNI, Polri, Brimob, PMI, ERT Gosowong, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah menutup total jalur pendakian Gunung Dukono sejak 17 April 2026. Selanjutnya, pemerintah memperketat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.









