Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah

Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: dok Istimewa

Foto: dok Istimewa

Palembang , iNBrita.com – Kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali menambah korban jiwa. Petugas RSUD Rupit menyatakan Muhamad Fahrul Hubaidi (32), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) pukul 11.00 WIB saat menjalani perawatan.

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim menjelaskan tim medis sempat merencanakan rujukan ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Tim merawat korban yang mengalami luka bakar berat hingga kondisi kritis. . Korban akhirnya meninggal sebelum proses pemindahan.

Polisi mengumpulkan data seluruh korban di lokasi dan rumah sakit. Petugas mencatat identitas serta memperbarui informasi secara berkala. Selain itu, polisi berkoordinasi dengan pihak medis untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Aparat juga menelusuri kronologi kecelakaan untuk kebutuhan penyelidikan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Stabil di Level Rp 2,85 Juta

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas membuka dan meneliti seluruh kantong jenazah secara detail. Hasil pemeriksaan menemukan 17 body part dari 16 kantong jenazah.

Temuan Tambahan di Rumah Sakit

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Budi Susanto menyampaikan tim menemukan tambahan bagian tubuh saat melakukan rekonsiliasi data. Satu kantong jenazah berisi dua bagian tubuh yang menempel sehingga menambah jumlah temuan.

Tim juga menduga salah satu bagian tubuh berasal dari anak di bawah lima tahun. Namun kondisi jenazah tidak memungkinkan identifikasi visual. Tim masih menunggu hasil analisis lanjutan untuk memastikan identitas korban.

Baca Juga :  Jaksa Agung Mutasi 43 Kajari di Seluruh Indonesia

Tim DVI mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem hasil pemeriksaan. Petugas mengumpulkan data melalui posko dan layanan hotline. Mereka kemudian membandingkan seluruh informasi secara sistematis.

Tim tidak menggunakan data manifes penumpang dalam proses identifikasi. Mereka mengandalkan metode forensik seperti DNA, sidik jari, dan catatan medis untuk memastikan ketepatan hasil.

Tim DVI melanjutkan proses identifikasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas memeriksa setiap data untuk menghindari kesalahan identitas.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rini Widyantini Reformasi dan Kepemimpinan Perempuan Indonesia
Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penyerangan Wisatawan Malang
Relawan MBG Tanpa Batas Usia Siap Berkontribusi Nasional
Siswa SD Lombok Tewas Tiru Freestyle Game
Pemerintah Usulkan 400 Ribu Formasi Guru CPNS
Pemerintah Gencarkan Substitusi LPG 3 Kg ke CNG
Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Karhutla 2026
Indonesia Bahas Ekspor Beras ke Malaysia Rp2 Triliun
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:00 WIB

Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:00 WIB

Rini Widyantini Reformasi dan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

Relawan MBG Tanpa Batas Usia Siap Berkontribusi Nasional

Jumat, 8 Mei 2026 - 05:00 WIB

Siswa SD Lombok Tewas Tiru Freestyle Game

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Usulkan 400 Ribu Formasi Guru CPNS

Berita Terbaru

Makanan dan minuman serba matcha. (Foto: ChatGPT)

Kuliner

Tujuh Kuliner Kekinian 2026 Favorit Anak Muda Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:00 WIB

Foto: dok Istimewa

Nasional

Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS di Muratara Bertambah

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:00 WIB

Ilustrasi Gaya Berpakaian

Entertainment

Ciri Gaya Berpakaian Orang Cerdas dan Ber-IQ Tinggi

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi -- Kapal kargo berlayar di Selat Hormuz pada Februari lalu, beberapa hari sebelum perang berkecamuk (dok. AFP/GIUSEPPE CACACE)

Internasional

Kapal Tanker China Diserang di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB