Palembang , iNBrita.com – Kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kembali menambah korban jiwa. Petugas RSUD Rupit menyatakan Muhamad Fahrul Hubaidi (32), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) pukul 11.00 WIB saat menjalani perawatan.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim menjelaskan tim medis sempat merencanakan rujukan ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Tim merawat korban yang mengalami luka bakar berat hingga kondisi kritis. . Korban akhirnya meninggal sebelum proses pemindahan.
Polisi mengumpulkan data seluruh korban di lokasi dan rumah sakit. Petugas mencatat identitas serta memperbarui informasi secara berkala. Selain itu, polisi berkoordinasi dengan pihak medis untuk memastikan penanganan berjalan lancar. Aparat juga menelusuri kronologi kecelakaan untuk kebutuhan penyelidikan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas membuka dan meneliti seluruh kantong jenazah secara detail. Hasil pemeriksaan menemukan 17 body part dari 16 kantong jenazah.
Temuan Tambahan di Rumah Sakit
Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang Kombes Budi Susanto menyampaikan tim menemukan tambahan bagian tubuh saat melakukan rekonsiliasi data. Satu kantong jenazah berisi dua bagian tubuh yang menempel sehingga menambah jumlah temuan.
Tim juga menduga salah satu bagian tubuh berasal dari anak di bawah lima tahun. Namun kondisi jenazah tidak memungkinkan identifikasi visual. Tim masih menunggu hasil analisis lanjutan untuk memastikan identitas korban.
Tim DVI mencocokkan data antemortem dari keluarga dengan data postmortem hasil pemeriksaan. Petugas mengumpulkan data melalui posko dan layanan hotline. Mereka kemudian membandingkan seluruh informasi secara sistematis.
Tim tidak menggunakan data manifes penumpang dalam proses identifikasi. Mereka mengandalkan metode forensik seperti DNA, sidik jari, dan catatan medis untuk memastikan ketepatan hasil.
Tim DVI melanjutkan proses identifikasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Petugas memeriksa setiap data untuk menghindari kesalahan identitas.
(eny)









