Halmahera Utara, iNBrita.com — Tim SAR gabungan terus mencari dua pendaki asal Singapura, yaitu Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez bin Abdul Hamid (27), yang hilang setelah erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Tim menduga keduanya tertimbun material pasir vulkanik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim SAR terlebih dahulu menemukan seorang pendaki warga negara Indonesia (WNI) bernama Enjel dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah itu, tim SAR menemukan dua titik timbunan pasir sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban pertama. Tim menduga kedua titik tersebut berkaitan dengan dua pendaki lain yang masih hilang.
Tim SAR tetap melanjutkan pencarian, tetapi mereka juga memprioritaskan keselamatan personel. Mereka menghentikan sementara atau membatasi operasi ketika kondisi di lapangan berisiko tinggi akibat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih kuat.
Selain itu, cuaca yang mulai gelap pada sore hari juga menyulitkan proses pencarian.
Sebelumnya, puluhan pendaki terjebak saat Gunung Dukono erupsi pada Jumat (8/5). Tim SAR mengevakuasi 17 pendaki dalam kondisi selamat, yang terdiri dari 7 warga negara asing dan 10 warga negara Indonesia.
Material pasir vulkanik yang menutup jalur pendakian dengan ketebalan berbeda-beda juga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran. Aktivitas vulkanik yang masih berlangsung memperbesar risiko dalam operasi pencarian.
Pihak berwenang menutup Gunung Dukono untuk aktivitas pendakian sejak April 2026 karena peningkatan aktivitas vulkanik.









