Jakarta, iNBrita.com— Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa konflik Iran dan Amerika Serikat sempat mengganggu ekspor burung hias Indonesia pada awal 2026. Ia menjelaskan bahwa para pelaku usaha mengekspor sebagian besar burung hias ke Singapura dan negara-negara di Timur Tengah.
Ia juga menegaskan bahwa ketegangan di kawasan Timur Tengah membuat aktivitas ekspor mengalami sedikit hambatan. Namun, ia menilai dampak tersebut hanya berlangsung sementara hingga sekitar bulan Maret 2026.
Meski menghadapi gangguan tersebut, ia tetap meyakini bahwa ekspor burung hias Indonesia akan kembali meningkat pada 2026. Ia juga melihat bahwa perluasan pasar internasional akan mendorong peternak burung hias di dalam negeri untuk terus berkembang, meskipun ia belum menyebutkan target nilai ekspor secara rinci.
Sebelumnya, pada tahun 2025, Indonesia berhasil meningkatkan ekspor burung hias secara signifikan.Para pelaku usaha mencatat nilai ekspor burung hias Indonesia mencapai sekitar Rp 12,5 miliar .
Para peternak lokal membudidayakan seluruh burung tersebut sebagai komoditas ekspor, bukan mengambilnya dari alam liar.









