Jakarta, iNBrita.com – Pelanggan non-subsidi PT PLN (Persero) tidak akan mengalami kenaikan tarif listrik per kilowatt hour (kWh) pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Pemerintah menetapkan keputusan ini sesuai kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menyesuaikan tarif listrik setiap triwulan, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo Nomor 8 Tahun 2023. Dengan demikian, tarif listrik awal tahun ini sama seperti akhir 2025.
Faktor Penentu Tarif Listrik
Biasanya, pemerintah menyesuaikan tarif listrik berdasarkan faktor ekonomi makro, seperti nilai tukar rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA). Namun, untuk triwulan pertama 2026, pemerintah memutuskan mempertahankan tarif. Keputusan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian dan stabilitas ekonomi.
Perlindungan bagi Masyarakat dan UMKM
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa meskipun perhitungan tarif berpotensi berubah, pemerintah memilih mempertahankan tarif untuk melindungi masyarakat. Kebijakan ini berlaku untuk pelanggan non-subsidi dan golongan pelanggan bersubsidi.
Pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelanggan sosial, industri kecil, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetap menerima subsidi listrik. Kebijakan ini memastikan kelompok rentan mendapat manfaat langsung, sehingga biaya listrik untuk rumah tangga maupun usaha tetap terjangkau.
Daftar Tarif Listrik Januari 2026
Berikut beberapa tarif listrik per kWh:
R-1/TR 900 VA: Rp 1.352,00
R-1/TR 1.300 VA & 2.200 VA: Rp 1.444,70
R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53
R-3/TR >6.600 VA: Rp 1.699,53
B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70
B-3/TM & I-3/TM >200 kVA: Rp 1.114,74
I-4/TT ≥30.000 kVA: Rp 996,74
P-1/TR 6.600 VA–200 kVA & P-3/TR PJU: Rp 1.699,53
P-2/TM >200 kVA: Rp 1.522,88
L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52
Dengan keputusan ini, seluruh pelanggan PLN mendapat tarif listrik yang stabil. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.














