Jakarta, iNBrita.com – Saat ini, Indonesia masih menghadapi kasus campak yang tinggi. Berdasarkan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), lebih dari 11 ribu kasus terkonfirmasi terjadi pada 2025, sementara lebih dari 60 ribu kasus suspek juga tercatat. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap penyebaran penyakit ini.
Bagaimana Campak Menular?
Virus campak menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Virus ini menular dengan sangat cepat karena beberapa alasan:
-
Penderita dapat menyebarkan virus melalui udara ketika batuk, bersin, atau bahkan bernapas dekat orang lain.
-
Selain itu, virus hidup di lendir hidung dan tenggorokan, dapat menempel pada permukaan benda, dan bertahan di udara hingga 2 jam.
-
Akibatnya, sekitar 90% orang yang tidak kebal akan tertular jika berada dekat dengan penderita.
-
Lebih lanjut, penderita menularkan virus mulai 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya.
Gejala Campak
Gejala biasanya muncul 10–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada awalnya, orang akan menunjukkan tanda-tanda seperti:
-
Demam tinggi
-
Batuk dan pilek
-
Mata merah dan berair
-
Bintik putih kecil di mulut
Setelah beberapa hari, ruam merah mulai muncul di kulit. Ruam biasanya muncul dari wajah atau belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh, dan berlangsung selama 3–7 hari. Dengan demikian, gejala campak mudah dikenali jika diperhatikan secara cermat.
Risiko Komplikasi
Campak dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak di bawah 5 tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, atau yang kekurangan gizi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
-
Infeksi telinga
-
Diare berat
-
Pneumonia
-
Radang otak (ensefalitis)
-
Kematian pada kasus berat
Selain itu, ibu hamil yang terinfeksi campak berisiko melahirkan prematur atau bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, pencegahan menjadi sangat penting.
Pencegahan
Vaksinasi terbukti efektif mencegah penularan campak. Vaksin kombinasi MMR (campak-gondong-rubella) aman dan membantu tubuh membentuk kekebalan. Dengan demikian, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi akan membantu masyarakat terhindar dari wabah. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk segera vaksin dan menghindari kontak dengan penderita menjadi langkah pencegahan tambahan yang penting.
(eny)









