Lebih lanjut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko kanker karena mengandung senyawa bernama akrilamida. Walaupun banyak orang belum mengenalnya, proses pemasakan pada suhu tinggi seperti menggoreng, memanggang, atau membakar justru membentuk zat ini dalam makanan.
Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, akrilamida terbentuk ketika makanan berbasis tumbuhan yang kaya karbohidrat dipanaskan di atas suhu 120°C. Proses ini terjadi karena gula alami bereaksi dengan asam amino saat makanan terkena panas tinggi.
Status Akrilamida dalam Kesehatan
Di sisi lain, para peneliti mengklasifikasikan akrilamida sebagai zat yang berpotensi karsinogenik, meskipun mereka masih terus melakukan penelitian untuk memastikan dampaknya pada manusia. Oleh karena itu, berbagai lembaga kesehatan mendorong masyarakat untuk mengurangi paparan zat ini dalam kehidupan sehari-hari.
Mengacu pada laporan Times of India, beberapa jenis makanan mengandung akrilamida dalam kadar cukup tinggi, di antaranya sebagai berikut:
Kentang Goreng dan Keripik sebagai Sumber Utama
Pertama-tama, masyarakat sering mengonsumsi kentang goreng dan keripik kentang yang ternyata mengandung akrilamida tinggi. Zat ini terbentuk ketika proses penggorengan berlangsung pada suhu tinggi hingga warna kentang berubah menjadi cokelat.
Semakin lama seseorang menggoreng makanan tersebut, terutama sampai terlalu kering atau gosong, maka kadar akrilamida yang terbentuk juga semakin meningkat. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan keripik kentang dapat mengandung lebih dari 2.000 µg/kg akrilamida, sedangkan kentang goreng berada pada kisaran 200–700 µg/kg.
Dengan demikian, masyarakat perlu menghindari penggorengan yang terlalu lama. Selain itu, mereka dapat memilih metode memasak lain seperti merebus atau menggunakan air fryer untuk menekan pembentukan akrilamida.an
Produk Panggang dan Kandungan Akrilamida
Selanjutnya, industri makanan memproduksi biskuit dan kue kering kemasan yang juga mengandung akrilamida akibat proses pemanggangan bersuhu tinggi.
Di samping itu, produsen biasanya menambahkan gula rafinasi dan bahan tambahan lain yang ikut memengaruhi pembentukan zat tersebut. Akibatnya, kadar akrilamida pada produk ini dapat bervariasi tergantung proses pengolahannya.
Kisaran Kandungan dan Alternatif
Berdasarkan hasil penelitian, biskuit dapat mengandung akrilamida sekitar 160 hingga 1.000 µg/kg, tergantung bahan dan teknik produksi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dapat membuat camilan sendiri di rumah dengan bahan yang lebih alami. Misalnya, mereka dapat menggunakan tepung gandum utuh dan mengurangi gula agar risiko paparan akrilamida menjadi lebih rendah.









