BMKG Jelaskan Fenomena Langit Merah di Pandeglang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 22:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langit berwarna merah tampak menyelimuti wilayah selatan Pandeglang, Banten, akibat fenomena optik atmosfer saat matahari terbenam.

Langit berwarna merah tampak menyelimuti wilayah selatan Pandeglang, Banten, akibat fenomena optik atmosfer saat matahari terbenam.

Pandeglang, iNBrita.com – Warga Pandeglang bagian selatan ramai membicarakan fenomena langit berwarna merah yang muncul kemarin. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan terkait peristiwa alam tersebut.

Sejumlah warga merekam momen langka itu dan membagikannya di media sosial. Banyak di antara mereka mengaku bingung dan penasaran dengan penyebab perubahan warna langit tersebut.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Banten, Hartanto, menjelaskan bahwa langit merah merupakan fenomena optik atmosfer yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Ia menegaskan bahwa fenomena ini bersifat alami dan tergolong wajar.

Hartanto menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat pembiasan cahaya matahari saat posisinya rendah atau menjelang terbenam. Pada kondisi itu, cahaya matahari harus menempuh jarak lebih panjang melalui atmosfer sebelum mencapai mata manusia.

“Akibatnya, hanya cahaya dengan panjang gelombang seperti merah dan jingga yang mampu menembus atmosfer dan terlihat oleh mata,” ujar Hartanto, Jumat (19/12/2025).

Ia menambahkan, warna merah yang tampak di langit juga dipengaruhi oleh tingginya kandungan uap air serta keberadaan partikel aerosol seperti debu atau polutan di udara. Saat ini, hujan yang mengguyur wilayah Pandeglang turut memperkuat pantulan warna merah pada awan di sekitarnya.

“Warna merah yang terlihat pekat biasanya muncul karena konsentrasi uap air yang tinggi atau adanya partikel aerosol di udara,” jelasnya.

Hartanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada spekulasi yang tidak berdasar. Ia juga meminta warga untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu mengikuti informasi cuaca resmi,” tutupnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar
Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU
Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026
Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting
Mutasi Mendadak! Nanang Haryono Kini Jabat Dirpolairud Jambi
Kemenperin Dukung Konsolidasi Tekstil Nasional Lewat BUMN
244 Titik Panas Karhutla Terdeteksi, Turun 77,5 Persen
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Profil Wayan Koster, Gubernur Bali yang Viral Usai Debat di SPBU

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kemensos Raih Nilai Sempurna Indeks Reformasi Hukum 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Menhut Petakan Empat Titik Karhutla di Tanjung Puting

Berita Terbaru

Foto sertifikat tanah milik almarhumah Sri Anteng Rahayu .

SUNGAI PENUH

Sertifikat Tanah Hilang, Khatmi Berharap Penemu Mengembalikan

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

 Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Saham BMRI Anjlok 8,54%, IHSG Ambruk 10,76%

Jumat, 16 Okt 2026 - 19:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

BMKG Pantau Sebaran Asap Karhutla di Jakarta dan Jabar

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB

BEI menyiapkan klarifikasi dengan MSCI terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia.(Foto : liputan6.com)

Ekonomi

BEI Tanggapi MSCI, Investor Cermati Perubahan Status Pasar

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:00 WIB

Ilustrasi warga menggunakan masker di tengah kabut asap akibat karhutla.( Foto AI Inbrita)

Kesehatan

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:00 WIB