Jakarta, iNBrita,com – Program Sekar Agni Negeri dari detikcom mengangkat sosok Rini Widyantini sebagai figur perempuan inspiratif. Program apresiasi ini menampilkan kisah perempuan hebat yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
Perempuan Pertama di Kursi Menteri PANRB
Dalam segmen spesial detikpagi, Rini Widyantini hadir sebagai tamu istimewa. Ia menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sejak 21 Oktober 2024. Ia juga menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di Indonesia.
Perjalanan Karier dari Staf hingga Menteri
Rini membangun karier sebagai birokrat sejak 1990-an di Kementerian PANRB. Ia memulai dari posisi staf, lalu terus naik hingga menduduki jabatan strategis. Ia pernah menjabat Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana serta Sekretaris Kementerian PANRB sebelum akhirnya dipercaya menjadi menteri.
Rini menegaskan bahwa jabatannya bukan sekadar kebanggaan. Ia memandang posisi itu sebagai tanggung jawab besar, baik untuk dirinya maupun untuk perempuan lain.
“Saya tidak melihat ini hanya sebagai kebanggaan, tetapi sebagai tanggung jawab besar. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk perempuan lain,” ujar Rini dalam detikpagi, Rabu (6/5/2026).
Fokus pada Reformasi Birokrasi
Dalam kepemimpinannya, Rini mendorong reformasi birokrasi yang berfokus pada kemudahan layanan publik. Ia menilai keberhasilan birokrasi dari tingkat kepuasan masyarakat.
“Tantangan utama adalah memperbaiki birokrasi agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas. Jika masyarakat merasa puas, berarti birokrasi bekerja dengan baik,” kata Rini.
Dorong Kesetaraan dan Pengarusutamaan Gender
Rini juga aktif mendorong pengarusutamaan gender (PUG) dalam tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa kesetaraan berarti memberi kesempatan yang sama bagi semua, bukan hanya membahas isu perempuan.
“Pengarusutamaan harus menciptakan ekosistem di mana laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.
Data menunjukkan jumlah ASN mencapai sekitar 6,75 juta orang, dengan 53% di antaranya perempuan. Namun, hanya sekitar 17% perempuan yang menduduki jabatan pimpinan tinggi. Rini terus mendorong perbaikan melalui sistem merit, manajemen karier, dan fleksibilitas kerja.
Semangat “Aku Mau” dari Kartini
Selain kebijakan, Rini mengajak perempuan untuk memiliki dorongan dari dalam diri. Ia mengutip semangat Kartini yang sederhana namun kuat.
Ia menjelaskan bahwa Kartini pernah menulis kepada Stella dengan semboyan “aku mau”. Menurutnya, dua kata itu membantu seseorang melewati berbagai kesulitan.
Peran dalam Penguatan Kepemimpinan Perempuan
Rini meyakini perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di berbagai bidang. Ia menekankan pentingnya kemauan dan keberanian untuk melangkah.
Melalui perannya, Rini juga mendukung Ikatan Pimpinan Tinggi (PIMTI) Perempuan Indonesia. Organisasi ini berfungsi sebagai wadah mentoring, penguatan jejaring, dan pengembangan kepemimpinan perempuan di sektor publik.
Apresiasi Sekar Agni Negeri
Atas dedikasinya, program Sekar Agni Negeri memberikan penghargaan kepada Rini sebagai Perempuan Penggerak Kepemimpinan Inklusif di Sektor Publik. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong birokrasi yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.









